Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
Yerusalem, Mahmoud Abbas: Prakarsa Perdamaian Trump Adalah 'Penghinaan Abad Ini'
2018-01-17 15:58:46

Mahmoud Abbas berpidato selama dua jam dalam pertemuan para pemimpin Palestina di Ramallah.(Foto: Istimewa)
PALESTINA, Berita HUKUM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut prakarsa perdamaian Donald Trump untuk Timur Tengah merupakan 'penghinaan abad ini' setelah Presiden AS itu mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Palestina, Abbas menekankan bahwa ia tidak akan menerima gagasan perdamaian dalam bentuk apapun dari AS setelah negara tersebut mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden Trump telah mengancam akan menghentikan bantuan jika Palestina menolak perundingan damai.

Pada awal bulan ini, Trump bersikeras pengakuannya akan Yerusalem 'menyingkirkan' masalah yang diperselisihkan sebelum perundingan damai baru dimulai.

Namun Palestina menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa AS tidak bisa menjadi perantara yang netral.

Presiden Mahmoud Abbas juga menuduh Israel mengakhiri Kesepakatan Damai Oslo, yang mengawali proses perdamaian pada tahun 1995.

Apa yang dikatakan Abbas?

Para pemimpin Palestina mengadakan pertemuan selama dua hari di Ramallah untuk membicarakan tanggapan nyata dari Palestina terhadap kebijakan Trump.

Abbas telah menolak rencana Trump bulan lalu, setelah Majelis Umum PBB sepakat untuk menentang pengakuan AS terhadap Yerusalem.

Kepada para pemimpin faksi Palestina di Ramallah pada hari Minggu (14/1), ia berkata: "Kesepakatan Abad Ini tersebut adalah penghinaan abad ini dan kami tidak akan menerimanya."

"Saya bicara bahwa Oslo, tidak ada (lagi Kesepakatan) Oslo," ia menambahkan. "Israel mengakhiri (Kesepakatan) Oslo."

Apakah ia mengatakan hal yang baru?

Washington selama beberapa bulan ke belakang menyusun rencana perdamaian baru, meski belum mengungkap perinciannya.<

Pada hari Minggu, Abbas mengisyaratkan bahwa Palestina ditawari desa Abu Dis, di luar Yerusalem, sebagai ibu kota negara Palestina masa depan.

"Apa yang kalian inginkan, jika Yerusalem telah hilang?" ia mengajukan pertanyaan retoris, seperti dikutip Jerusalem Post. "Apakah kalian mau membangun negara dengan Abu Dis sebagai ibu kotanya?"

Ismail Haniya, pemimpin kelompok Palestina Hamas, bulan lalu berkata ia telah menerima informasi bahwa desa Abu Dis tengah dibahas AS sebagai ibu kota Palestina di masa depan. Hamas diundang ke pertemuan di Ramallah, tapi mereka menolak ikut serta.

Kenapa status Yerusalem begitu penting bagi proses perdamaian?

Kota Yerusalem adalah tempat paling diperebutkan di dunia.

Israel mengklaim seluruh wilayah kota tersebut sebagai ibu kotanya. Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang diduduki Israel pada perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

YerusalemHak atas fotoAFP
Image captionYerusalem adalah kota suci bagi tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi.

Akan tetapi, Presiden Trump memutuskan untuk secara formal mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kendati telah diperingati bahwa keputusan tersebut dapat menyebabkan kerusuhan di kawasan itu.

Ia juga berkata akan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem; sementara negara-negara lainnya menjalankan misi diplomatik mereka di Tel Aviv.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]