Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Warga Mesir Makin Keras Tuntut Pemerintah Militer Bubar
Friday 25 Nov 2011 22:49:27

Unjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo mendapat dukungan dari Imam Masjid Al-Azhar (Foto: AFP Photo)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Puluhan ribu warga Mesir kembali berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo, Jumat (25/11). Mereka makin keras menuntut diakhirinya pemerintahan militer. Aksi ini diikuti calon presiden dan pemenang hadiah Nobel, Mohamed El Baradei. Ia sengaja datang untuk ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, Imam Masjid Al-Azhar yang berpengaruh, Sheikh Ahmed al-Tayyeb, sudah menyatakan dukungannya kepada pengunjuk rasa. Dukungan tersebut tidak diduga, mengingat imam di masjid yang berpengaruh tersebut ditunjuk presiden dan jarang mengeluarkan komentar yang bertentangan dengan posisi pemerintah.

Para pengunjuk rasa menuntut agar peralihan kekuasaan ke pemerintahan sipil sementara dilakukan sebelum pemilihan umum digelar, Senin 28 November. Diperkirakan Ikhwanul Muslimin akan meraih kemenangan dalam pemilihan, tapi tidak mendukung aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir.

Dari Washington, Gedung Putih meminta agar kekuasaan di Mesir secepat mungkin dialihkan ke pemerintahan sipil. "Amerika Serikat amat yakin bahwa pemerintah Mesir yang baru harus segera diperkuat dengan otoritas yang nyata," seperti tertulis dalam pernyataan Gedung Putih.

Sebelumnya, media pemerintah melaporkan mantan Perdana Menteri Kamal Ganzouri setuju untuk memimpin pemerintahan sipil baru setelah berunding dengan Dewan Agung Militer. Namun, sosok Ganzouri tidak terlalu populer bagi sebagian besar pengunjuk rasa yang didominisi kaum muda.

Hal tersebut antara lain karena keterkaitan Ganzouri -sebagai perdana menteri pada tahun 1996 hingga 1999- dengan Presiden Husni Mubarak, yang berhasil digulingkan awal tahun ini lewat aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir.

Dewan Agung Militer juga sudah menolak usulan penundaan pemilihan umum dan akan tetap dilaksanakan sesuai dengan rencana. Banyak warga Mesir yang berpendapat agar pemilihan umum tetap dilaksanakan, antara lain organisasi yang berpengaruh Ikhwanul Muslimin.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Mesir
 
Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]