Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Telekomunikasi
Verizon Membeli AOL Senilai Rp58 Triliun Lebih
Wednesday 13 May 2015 06:21:59

Verizon mengatakan akuisisi AOL akan mendorong bisnis video dan internet berdasar 4G. Kesepakatan mencakup The Huffington Post yang ikut didirikan oleh Arianna Huffington. Kesepakatan mencakup The Huffington Post yang ikut didirikan oleh Arianna Huffington.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Raksasa telekomunikasi Amerika Serikat, Verizon, sepakat untuk membeli perusahaan multimedia AOL dengan nilai US$4,4 miliar atau Rp58 trilun lebih. Termasuk dalam kesepakatan itu adalah situs berita terkenal, Huffington Post, serta beberapa situs lainnya, seperti Techcrunch, Engadget, Makers, dan AOL.com.

Selain itu juga mencakup aset bisnis AOL lainnya dalam bentuk langganan internet.

Utang AOL sekitar US$300 ikut dimasukkan ke dalam kesepakatan yang kelak akan menempatkan AOL sebagai salah satu anak perusahaan Verizon.

Nilai pembelian AOL didasarkan Verizon pada perhitungan US$50 (sekitar Rp660.000) untuk satu saham AOL, yang pada saat penutupan pasar Senin (11/5) pada tingkat US$ 42,59 per saham.

Verizon mengatakan akuisisi AOL akan menjadi dorongan bagi ambisi mereka untuk bisnis video dan internet berdasar 4G serta mewujudkan yang disebut sebagai 'internet barang-barang.'

Langkah oleh kelompok telekomunikasi AS terbesar adalah taruhan pada lahirnya era baru di mana smartphone menggantikan TV dan PC sebagai layar utama untuk hiburan dan iklan.

AT & T, saingan terdekatnya, telah mengajukan tawaran $ 48.5bn untuk DirecTV; kelompok kabel mengitari satu sama lain setelah Comcast tawaran gagal untuk Time Warner Cable; dan pemilik konten seperti Fox telah kepermukaan untuk penawaran guna meningkatkan skala mereka di pasar iklan yang semakin didominasi oleh Google dan Facebook.

Verizon dan AOL mengatakan kombinasi mereka akan membuat "pemimpin dalam konten digital dan iklan" ditujukan untuk pelanggan muda yang menonton video di smartphone dan tablet mereka.

Direktur Eksekutif AOL, Tim Armstrong, akan tetap memimpin perusahaan itu jika kesepakatan tersebut disetujui oleh otorita keuangan Amerika Serikat.

"Kami senang untuk bekerja dengan tim di Verizon dalam menciptakan generasi masa depan media melalui perangkat mobil dan video," kata Armstrong.(BBC/ft/bh/sya)


 
Berita Terkait Telekomunikasi
 
Ingin Beli Smartphone 5G? Ini Perbedaan Jaringan 4G dan 5G
 
Kesenjangan Digital Masih Tinggi, Wakil Ketua MPR: Perlunya Kolaborasi dan Akselerasi Kinerja Digital
 
Kemenkominfo Imbau Masyarakat Beli STB Seperti Ini, Biar Aman
 
Nonton Siaran TV Digital Tanpa Set Top Box, Ternyata Ini Caranya
 
Ngebreak Pakai Radio Amatir Ayahnya, Gadis 8 Tahun Berhasil Jalin Kontak dengan Astronot NASA di ISS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]