Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Tommy Soeharto
Tommy Soeharto Bela Warga Miskin Jakarta, Ahok Dituding Arogan
Thursday 07 May 2015 04:01:26

Ilustrasi. Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.(Foto: BM/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Putra Presiden RI ke 2 Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau yang biasa dikenal dengan Tommy Soeharto sedang aktif di media sosial khususnya twitter @HutomoMP_9 yang hingga kini dengan 92.016 followers. Berbagai hal ia juga berikan komentar dan kritikan, tak kecuali kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar janganlah arogan kepada warga Jakarta yang tidak punya atau miskin, karena notabene mereka jugalah warga yang dahulu memilihnya saat Pilkada.

Tommy mengetwet pada Selasa (5/5) menyatakan, "Warga kurang mampu jgn dibilang liar, jgn dibilang nyolong, PLN Perusahaan Listrik Negara berarti milik negara dan Negara milik rakyat"

"Yang menjanjikan mereka Rusun saat kampanye siapa?" Jangan terlalu arogan terhadap warga yg tidak punya, mereka begitu utk berusaha hidup."

"Sebelum mengatakan warga miskin DKI liar dan nyolong, coba berpikir dahulu orang yg mendukung anda nyolong di Negara ini apa tidak??"

"Stetment pemimpin DKI yg mengatakan rakyat miskin Liar Rakyat miskin Nyolong Listrik, itu kata2 yg seharusnya keluar dari mulut penjajah"

"Sebagai warga RI saya tdk terima dgn Ststement yg seperti menghina warga miskin Ibu kota,.. Silakan kalau tdk terima dgn kata2 saya ini."

"Tepati dahulu janji Rusun baru bertindak, jgn menipu" "@whyoedee: @HutomoMP_9
...rumah liar dan nyolong listrik harus didukung ya bro..?""

"Sebelum bicara penerangan lihat dahulu hati anda terang apa tidak" sebelum bicara pendidikan berpikir dahulu kata2 anda mendidik apa tidak?."

"MINANGKABAWY CLAN @dedi_77071
@lindapohan @HutomoMP_9 mana tuh janji kampanye rumah deret untuk ganti rumah kumuh dibantaran kali | seperti biasa cuma asbun"

"Kok dibilang menghujat..? itu mengingatkan agar janji kampanye rumah deret bantaran dan rusun ditepati, @EdwardSevino"

Sementara, dikutip dari okezone.com, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) enggan berkomentar banyak atas kritik yang disampaikan Tommy Soeharto (52).

"Terima kasih saja," ujar Ahok singkat di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Menurut Ahok, siapapun bisa saja mengungkapkan opini atau pendapatnya di berbagai macam media apalagi media sosial.

"Kalau ada yang kritik bagus dong. Gelarnya nambah jadi arogan," ujar Ahok sambil tersenyum dan berlalu kepada awak media.(sus)


 
Berita Terkait Tommy Soeharto
 
Usai Bertemu Habib Rizieq, Tommy Soeharto Bertemu Pencipta Lagu #2019GantiPresiden
 
Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak
 
Tommy Soeharto Siap Turun Aksi Bela Islam II pada Jumat 4 Nov Besok
 
Wahh Seru Nih, Tommy Soeharto Ikut Bertarung Rebut Kursi Ketum Golkar
 
Pengacara Rudy Sutopo dan Chairul Iskandar Bantah Semua Tuduhan Tommy Soeharto
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]