Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilkada
Titiek Soeharto: Saya Tidak Salah Mendukung Anies-Sandiaga
2017-03-03 07:36:38

Tampak foto bersama Titiek Soeharto bersama dengan pasangan Anies-Sandi yang di dampingi Prabowo serta Istri Sandiaga Uno.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Siti Hediati Harijadi atau Titiek Soeharto, membenarkan pilihannya untuk tidak sesuai garis partai dalam Pilikada DKI Jakarta 2017.

Titiek menegaskan, dirinya sama sekali tidak salah jika menetapkan dukungan politik pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), berlawanan dengan instruksi partai yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

"Saya rasa tidak ada yang salah, apalagi melanggar," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3).

Titiek mengaku lebih memilih mendukung Anies-Sandi karena mengikuti perintah agamanya. Seorang muslim harus memilih pemimpin yang muslim pula.

"Lagi pula saya enggak mengajak kader lain dan saya enggak pakai atribut partai," imbuhnya.

Putri dari penguasa Orde Baru ini mengatakan adalah hal wajar jika seorang kader mempunyai sikap berbeda dengan partainya.

Sebagai contoh, dulu Agung Laksono yang masih menjabat Waketum Partai Golkar tidak mau berkoalisi dengan barisan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa jelang Pilpres 2014.

"Karena hati beliau di sana. Enggak apa-apalah. Kok sekarang saya dipermasalahakan, saya sebenarnya ikut Agung Laksono saja dulu," jelasnya.

Dia sama sekali tidak takut jika nantinya dipanggil Mahkamah Partai Golkar atau Bidang Organisasi dan Keanggotaan Partai Golkar untuk diminta pertanggungjawabannya karena melawan kehendak partai.

"Panggil saja, saya juga enggak ada maksud apa-apa. Saya sebagai pribadi menurut yang terbaik pilihan saya dan saya sebagai orang Islam pilih apa yang saya yakini benar," tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IV itu juga menegaskan, jika dukungan terhadap pasangan Cagub DKI yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu murni dukungannya secara pribadi bukan sebagai kader Partai Golkar. Terkait kemungkinan adanya sanksi yang akan dijatuhkan DPP Partai Golkar kepada dirinya karena dinilai tidak loyal kepada partai, Titiek Soeharto juga menegaskan tidak menjadi soal.

"Intinya saya lebih takut Tuhan daripada partai," papar singkat putri mantan Presiden Indonesia H.M Soeharto itu, Rabu (1/3).

Sedangkan, pada akun media sosial twitter Titiek Soeharto @TitiekSoeharto, "Saya pilih apa yang saya yakini betul......", tulisnya,(ald/rmol/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilkada
 
Pramono Anung-Rano Karno Menangi Pilkada Jakarta 2024
 
Tanggapi Pernyataan Jokowi, Mahfud: Enggak Biasa...
 
Peneliti: 57 Calon Dinasti Politik Menang Pilkada 2020
 
Komisi II Apresiasi Tingginya Partisipasi Pemilih Kepri pada Pilkada Serentak 2020
 
Calon Tunggal Pilkada Kutai Kartanegara Hadapi Gugatan di MK, Warga Harapkan Keadilan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]