Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kasus Century
Timwas Century Akhirnya Penuhi Lagu Permintaan KPK, Untuk Rapat Tertutup
Wednesday 10 Jul 2013 15:37:26

Rapat Timwas Bank Century di Gedung DPR Senayan Jakarta(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Pengawas (Timwas) Kasus Bank Century DPR RI akhirnya kembali memanggil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk hadir memenuhi panggilan Tim Pengawas (Timwas) Kasus Bank Century, Rabu, (10/7) secara tertutup oleh liputan media masa.

Rapat yang berlangsung tertutup ini, dihadiri langsung oleh Pimpinan KPK Abraham Samad dan Zulkarnain menghadiri rapat di Gedung DPR Senayan Jakarta.

Sebelum memasuki ruang rapat Timwas Century, di Gedung DPR Senayan, Abraham sempat mengatakan bahwa KPK akan menyampaikan seluruh perkembangan penanganan kasus Bailout Bank Century.

"Kami akan sampaikan seluruh progress report kasus Century, termasuk hasil penggeledahan di kantor Bank Indonesia, meskipun tidak secara detill," ujar Abraham.

Ditambahkannya, KPK akan berusaha keras guna membawa kasus korupsi dalam pemberian dana talangan ke Bank Century ke pengadilan pada akhir tahun ini. Adapun proses penyidikan masih seputar alat bukti yang ditemukan.

Rapat yang membahas perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi Bailout Bank Century ini, sudah di agendakan akan berlangsung secara tertutup sesuai dengan lagu permintaan dari KPK.

Hal ini terungkap saat Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP dalam press conference di gedung KPK menyampaikan bahwa besok (hari ini) pimpinan KPK akan menghadiri rapat lanjutan dengan Timwas Century.

Menurut rencana rapat ini akan berlangsung tertutup dari media massa."Besok (hari ini) akan digelar rapat lanjutan dengan timwas Century, tapi rapat akan digelar tertutup," ujar, Johan Budi di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).

Johan juga memastikan pimpinan KPK akan datang dalam rapat itu. Sebelumnya pimpinan KPK tidak bisa memenuhi panggilan Timwas karena beberapa alasan."Pimpinan akan hadir, tapi saya belum tahu siapa saja yang akan berangkat," tambah Johan.

Di dalam rapat sebelumnya dibahas perkembangan penanganan kasus Century. Tapi pasca diskors, sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad juga, merasa keberatan dengan agenda rapat Timwas Century, karena menurutnya dapat mengaburkan hasil penyidikan KPK selama ini, karena di anggap dapat membuka hasil penyidikan KPK ke publik.

Sementara itu Wakil ketua DPR Pramono Anung mengungkapkan, "Karena ada sejumlah hal yang menjadi temuan KPK selama ini, sehingga rapat tidak bisa terbuka. Timwas memerlukan waktu untuk pendalaman," ujarnya.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]