Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Simulator SIM
Tim Pengacara Kunjungi DS Bahas Pasal TPPU
Tuesday 15 Jan 2013 13:54:51

Tim pengacara Djoko Susilo, Hotma Sitompul dan Tommy Sihotang saat datang ke gedung KPK, Selasa (15/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim pengacara Djoko Susilo (DS), Tommy Sihotang dan Hotma Sitompul mengaku terkejut terhadap putusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat kliennya dengan pasal Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU). Ia mempertanyakan uang yang didapat DS darimana, yang dikenakan pasal TPPU itu. Sebab sejauh ini KPK tidak menjelaskan pada kliennya, apalagi pada tim kuasa hukum.

Untuk itu, hari ini, Selasa (15/1) ia mengunjungi kliennya di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur untuk membicarakan pasal TPPU putusan KPK itu.

Maksud kunjungan pada kliennya itu untuk menanyakan, apa saya yang ditanyakan penyidik KPK saat diperiksa kemarin, Senin (14/1)?. Sebab, katanya, baik sebelum maupun sesudah diperiksa, DS tidak memberikan kabar apapun pada tim kuasa hukumnya. "Belum tahu, kami tidak diberitahu kalau klien kami dikenakan pasal pencucian uang. Makanya saya sekarang mau menjenguk ke Rutan," kata Tommy Sihotang

Sampai saat ini pun, menurutnya, KPK belum menjelaskan uang yang mana yang dikenakan pasal TPPU. "Klien kita itu dihubungkan dengan mana?, Kalau dibilang cuci uang, uang dari mana?. Kita masah pelajari, kan mesti terbukti dulu. Itu yang belum jelas, Johan (Johan Budi SP, juru bicara KPK) hanya mengatakan DS kena pasal TPPU, uang apa, mengalir kemana, dan dari mana tidak dijelaskan," ujarnya.

Hotma Sitompul juga menegaskan bahwa dirinya selaku kuasa hukum tidak tidak diberitahu mengenai pasal baru yang dikenakan oleh KPK pada kliennya. "Tanya ke KPK sudah punya bukti apa. Kita semua (tim kuasa hukum DS) tahunya dari media bahwa ada pasal TPPU dikenakan pada dia (DS). Kenapa ngak dari mula. Tapi kami siap membuktikan terbalik," ujarnya sebelum menuju ke Rutan Guntur.

Seperti diberitakan, KPK menetapkan pasal TPPU pada Djoko Susilo. Pasal TPPU ini merupakan upaya KPK dalam menimbulkan efek jera. Pasal 18 Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi mengatur soal pidana tambahan berupa penggantian uang kerugian negara. Perampasan barang bergerak atau tidak bergerak yang digunakan untuk atau yang diperoleh dari tindak pidana korupsi oleh seorang terdakwa. "Harus dibuktikan dulu, mana uangnya yang didapat dari hasil kejahatan, mana yang tidak," pungkas Hotma Sitompul.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Simulator SIM
 
Pengadilan Tipikor Vonis Budi Susanto 8 Tahun dan Denda Rp.17 Milyar
 
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Perberat Vonis Irjen Djoko 18 Tahun Penjara
 
KPK: Vonis Irjen Djoko Susilo Kurang dari 2/3, KPK Resmi Ajukan Banding
 
Sebagian Harta Jenderal Djoko Susilo di Sita Untuk Negara
 
Irjen Polisi Djoko Susilo di Vonis 10 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]