Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Tiba di Jakarta Besok, PM Kevin Rudd Akan Temui Presiden SBY
Wednesday 03 Jul 2013 16:15:11

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd.(Foto: Ist)
BOGOR, Berita, HUKUM - Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, yang baru saja dilantik menggantikan Julia Gillard, dijadwalkan akan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kunjungannya ke Indonesia, pada Kamis (4/7) - Jumat (5/7). Presiden SBY dan PM Kevin Rudd akan hadir dalam pertemuan tahunan pemimpin pemerintahan Indonesia dan Australia (the third Indonesia-Australia Leaders' Meeting) di Istana Presiden, Bogor,Jawa Barat, pada 5 Juli 2013.

Kunjungan PM Rudd ke Indonesia (4 - 5 Juli) ini dimaksudkan untuk memenuhi undangan Presiden SBY guna menghadiri Pertemuan Tahunan Para Pemimpin Indonesia-Australia.

Bagi Rudd, kunjungannya kali ini akan merupakan kunjungan ke luar negeri pertamanya, sejak ia menggantikan Julia Gillard sebagai perdana menteri.

Dalam siaran persnya, Kedutaan Besar Australia di Jakarta menyebutkan PM Australia menilai Indonesia sebagai sahabat dan tetangga dekat dan merupakan salah satu mitra bilateral Australia yang paling penting.

"Kedua negara kita memiliki hubungan erat dan dinamis berdasarkan saling menghormati, persamaan nilai-nilai demokrasi dan kepentingan bersama dalam mengembangkan kawasan yang stabil dan makmur," demikian siaran pers itu.

Hubungan bilateral RI - Australia mencakup bisnis, pendidikan, pertahanan, keamanan dan hubungan antar-warga.

Disebutkan pula bahwa Indonesia merupakan mitra usaha yang penting bagi Australia, dengan perdagangan dua arah senilai 14,6 miliar dollar AS, dan investasi Australia di Indonesia senilai 6,8 miliar dollar AS pada 2012.

"Kedua negara kita menggalang kerja sama kawasan dan global, termasuk sama-sama anggota APEC, yang Indonesia pimpin tahun ini, dan G20, yang akan dipimpin Australia pada 2014. Kita juga bekerja sama secara erat di Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur," tulis siaran pers tersebut.

Presiden SBY Jumat pekan lalu ketika menerima telepon dari PM Rudd di kediaman Puri Cikeas, Bogor, menyampaikan ucapan selamat kepada Rudd, dan menyatakan keyakinannya kerja sama antara kedua negara akan terus tumbuh.

Presiden juga mengatakan menyambut gembira berlangsungnya pertemuan tahunan pemimpin pemerintahan Indonesia dan Australia di Bogor pada 5 Juli 2013 mendatang.

Staf Khusus Presiden Teuku Faizasyah mengatakan dalam pembicaraan telepon itu, PM Rudd juga menyampaikan keyakinannya mengenai peningkatan kerjasama kedua negara dan mengharapkan pertemuan di Bogor pada 5 Juli akan meningkatkan kerjasama kedua negara.

Kevin Rudd, yang sebelumnya menjabat Menlu, menjadi PM Australia setelah dalam pemilihan internal partai, mengalahkan Julia Gillard untuk memimpin partai yang secara otomatis menjadi PM Australia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menilai perubahan pemerintahan tersebut tidak ada perubahan yang fundamental terkait kedua negara. Karena kedua negara memiliki kepentingan yang sama.

"Kita negara tetangga punya kepentingan untuk mengembangkan ekonomi, perdagangan, investasi antara masyarakat dan hubungan politik yang kuat," ungkapnya.

Masa pergantian pemerintahan ini, menurut Marty, adalah momen yang tepat untuk mengembangkan kerjasama dua negara khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan politik.

Meski demikian, secara umum hubungan Indonesia dan Australia dinilai cukup positif dan berwawasan ke depan serta komprehensif. "Ini sangat pas waktunya setelah ada perubahan pemerintahan segera ada kunjungan menteri luar negeri Asutralia dan dilanjutkan dengan perdana menterinya.(wid/es/skb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]