Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
Tanggul Jebol, 500 Rumah di Pluit Terendam
Friday 14 Dec 2012 09:39:23

Suasana rumah yang terendam banjir, Kamis (13/12).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebuah tanggul yang terletak di perbatasan Kali Adem dan Kal Asin, RW 01, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, jebol pada Kamis (13/12) sekitar pukul 09:00 WIB. Akibatnya, sekitar 500 rumah yang dihuni sebanyak 1.500 jiwa di 23 RT di wilayah RW 01 dan RW 11 terendam banjir hingga ketinggian 50 sentimeter. Bahkan, satu rumah yang diketahui milik Dodi (55) yang berada tepat di atas tanggul roboh akibat terkenal limpasan air.

Pantauan beritajakarta.com, di RW 01 dan RW 11 terlihat ratusan rumah terendam banjir mulai dari ketinggian 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Namun, meski pemukimannya tergenang, warga tetap memilih bertahan di rumahnya masing-masing demi mengamankan barang-barang berharga miliknya. Sedangkan sebagian warga lainnya, terlihat sibuk membersihkan air yang menggenangi rumahnya.

Selain itu, sejumlah warga juga terlihat bergotong-royong membangun kembali tanggul yang jebol menggunakan puluhan karung pasir yang disusun menutupi lubang tanggul setinggi tiga meter.

Dodi (55) salah satu korban tanggul jebol mengatakan, peristiwa jebolnya tanggul itu terjadi sekitar pukul 09:00 WIB. Awalnya, Dodi pun tidak menyangka jika jebolnya tanggul itu membuat rumah yang ditinggalinya ikut roboh dan hancur. Alhasil, ia dan istrinya, Purwati (54) yang saat itu berada di dalam rumah sempat hanyut terbawa arus hingga ke Kali Asin.

"Sekitar jam 10:00 WIB saya masih melihat tanggul jebol. Tapi tak lama kemudian, rumah saya juga ikut roboh sehingga saya yang saat itu berada di dalam rumah sempat hanyut sejauh 10 meter tepat di bawah jembatan," ujar Dodi ditemui di lokasi kejadian, Kamis (13/12), seperti yang dikutip dari beritajakarta.com, pada Kamis (13/12).

Saat ia dan istrinya terbawa arus ke Kali Asin, warga langsung menolong menggunakan bambu panjang. "Saat jebol, air dari tanggul sangat deras mengalir. Tapi begitu surut tahu-tahu rumah saya roboh, untung saya dan istri bisa diselamatkan warga," kata Dodi.

Lurah Pluit, Tahta Yujang menuturkan, tanggul tersebut memiliki ketingiaan 10 meter dengan lebar lima meter. Namun, yang jebol hanya sekitar 2-3 meter. Adapun penyebab jebolnya tanggul itu lantaran limpasan air laut pasang (rob), sehingga air meluap dan menggerus tanggul hingga akhirnya tanggul itu jebol. "Jebolnya tanggul itu membuat 500 rumah yang dihuni 500 KK atau 1.500 jiwa di 23 RT, di wilayah RW 01 dan RW 011 terendam hingga 50 sentimeter," tuturnya.

Saat ini, kata Tahta, petugas Tagana maupun warga telah memasang puluhan karung berisi pasir untuk menambal lubang yang jebol. Selain itu, rumah pompa di waduk Pluit juga telah disiagakan untuk menyedot air yang merendam ratusan rumah warga. "Kami telah memberikan bantuan sebanyak 150 nasi bungkus dan menggratiskan satu gerobak bakso untuk warga yang menambal tanggul itu. Kami juga menyiapkan puskesmas untuk warga. Kami tidak membuat tempat pengungsian, karena warga memilih bertahan dan tidak mau dievakuasi. Kehidupan kini berjalan normal," ucapnya.

Mengenai adanya korban hanyut, sambung Tahta, kedua warga yang menjadi korban hanyut telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pluit. "Betul, tadi ada dua warga yang hanyut dan terluka di bagian kaki. Mungkin karena menginjak beling, tapi sudah diobati di puskesmas," tandasnya.(brj/bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]