Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus BNI 46
Sidang BNI 46: Tuntutan 8 Tahun, Jaksa Dinilai Dibutakan Logika Hukum dan Nurani
Tuesday 02 Apr 2013 14:34:39

Suasana sidang kredit bermasalah BNI 46 SKM Medan.(Foto: BeritaHUKUM.com/and)
MEDAN, Berita HUKUM - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Rehulina Purba dinilai dibutakan logika hukum dan nuraninya atas tuntutan 8 tahun penjara terhadap 3 terdakwa, perkara kucuran kredit bermasalah BNI 46 SKM Medan.

Baso Fachruddin SH selaku Penasehat Hukum para terdakwa menyatakan hal tersebut, karena mengingat dari awal sampai persidangan terakhir di gelar, faktanya dari hasil kesaksian para saksi yang dihadirkan tidak ditemukan adanya kesalahan dalam perkara ini.

"Bahwa jaksa sungguh telah dibutakan logika hukum dan nuraninya, fakta hukum ahli dari BI, ahli dari kita, para saksi baik dari jaksa maupun saksi ad change, semuanya tidak mendukung dakwaan jaksa," tegas Baso kepada wartawan usai dibacakannya tuntutan tersebut di ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/4).

Baso menambahkan jika tuntutan ini atas nama penegakkan hukum, maka menjadi sebuah pertanyaan besar kalau Jaksa dalam menuntut tidak berdasarkan fakta persidangan yang terungkap. Sehingga dalam hal ini Jaksa terkesan sangat memaksakan tuntutannya, meskipun itu menjadi hak prerogatif Jaksa.

Jelas Baso, bahkan bila siapapun mengikuti persidangan selama ini, dapat dengan jelas mengetahui dari kesaksian para ahli, kalau kasus ini seharusnya masuk keranah Perdata bukannya Pidana.

"Kalau saya menanggapi tuntutannya tidak masuk akal jika dilihat dari fakta yang ada, bahkan seharusnya mereka di tuntut bebas," kata Baso.

Tidak masuk akalnya tuntutan ini semakin jelas tampak dipaksakan, karena tuntutan ditambah denda Rp.500 juta subsider 2 bulan kurungan. Padahal dalam tuntutannya Jaksa sendiri jelas-jelas membacakan kalau hal yang meringankan bagi ketiga terdakwa yakni Radiyasto, Darul dan Titin sama sekali tidak menikmati hasil korupsi.

Sebelumnya pekan kemarin, para Saksi yang pernah di hadirkan dalam perkara ini, menyatakan kasus ini adalah perkara absolut perdata, karena BNI adalah BUMN yang telah Tbk (go publik) dan sahamnya listing di bursa saham atau keuangannya korporasi.

Seperti pernah dinyatakan juga oleh Baso, bagaimana bila saham BNI anjlok di bursa saham semisal mencapai nilai Rp. 1 Triliun. Maka pertanyaannya, apakah itu adalah kerugian negara ?, serta siapakah yang jadi tersangkanya bila itu kerugian negara ?

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan para terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1 pasal 18 UU no 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana.(bhc/and)


 
Berita Terkait Kasus BNI 46
 
Cerita Menarik di Seputar Pembacaan Pledoi BNI 46
 
Pledoi BNI 46: 'Jaksa Penggal Fakta Persidangan'
 
Sidang BNI 46: 'Kami Dizalimi, Mamaku Bukan Penjahat'
 
Sidang BNI 46: Tuntutan 8 Tahun, Jaksa Dinilai Dibutakan Logika Hukum dan Nurani
 
Kredit Bermasalah BNI 46 Absolut Perdata Bukannya Tipikor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]