Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Libya
Setelah Empat Dekade, Libya Rayakan Kemerdekaan
Saturday 24 Dec 2011 23:16:55

Kerajaan Libya bersatu yang didirikan pada 24 Desember 1951 oleh Raja Idris, menandai kemerdekaan negara tersebut (Foto: BBC.co.uk)
TRIPOLI (BeritaHUKUM.com) – Peringatan kemerdekaan Libya akan digelar untuk pertama kalinya selama 42 tahun terakhir. Peringatan itu merupakan tanda didirikannya kerajaan Libya bersatu pada pada 24 Desember 1951 oleh Raja Idris.

Namun, sejak Kolonel Muammar Khadafi berkuasa pada 1969, peringatan itu tidak lagi dilangsungkan. Justru Khadafi mengubahnya hari kemerdekaan Libya dirayakan tepat pada tanggal dia berhasil melakukan kudeta terhadap pemerintahan Raja Idris.

Perayaan kemerdekaan, seperti dilansir BBC, Sabtu (24/12), rencananya akan dilakukan di Tripoli, termasuk acara makan siang untuk ribuan orang. Penyelenggara akan menyediakan meja sepanjang 2 km di Tripoli.

Sebagian besar orang Libya tidak peduli terhadap pentingnya tanggal 24 Desember ini, karena selama Khadafi berkuasa selama empat dekade, peringatan kemerdekaan dilarang. Pasca meninggalnya Khadafi, Libya menghadapi sejumlah tantangan seperti membangun pemerintahan yang kuat, melucuti senjata para milisi dan rekonsiliasi.(sya)


 
Berita Terkait Libya
 
Libya Hadapi Fase Kritis Setelah Berakhirnya Perang Saudara
 
Aliansi Milisi Ambil Alih Bandara Tripol
 
Bentrok di Benghazi, Libia, 38 Tewas
 
Konflik Serius Terjadi di Parlemen Libia
 
PM Libia Turun Karena Serangan Milisi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]