Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Serangan Bom Tewaskan Jenderal Pakistan
Sunday 15 Sep 2013 22:20:16

Ilustrasi, Taliban Pakistan Pembicaraan Damai.(Foto: rednekked.com)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Taliban Pakistan menyatakan siap berunding dengan sejumlah persyaratan.

Miltan Taliban di Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya seorang perwira tinggi militer Pakistan dalam serangan bom di pinggir jalan.

Serangan bom Minggu 15 September di dekat perbatasan Afghanistan itu menewaskan tiga tentara, termasuk Mayor Jenderal Sanaullah.

Mayjen Sanaullah -bersama Letnan Kolonel Touseef, yang juga tewas- sedang berkunjung ke Provinsi Khyber Pakhtunkhwa untuk memeriksa pos perbatasan ketika kenderaan mereka terkena hantaman bom.

Dalam serangan terpisah pada hari yang sama, dua tentara tewas akibat serangan bom di kawasan Waziristan, juga di dekat perbatasan Afghanistan.

Sementara di wilayah tetangganya, Bannu, miltan Taliban menyerbu konvoi polisi dan menewaskan dua aparat polisi.

Rangkaian serangan atas aparat keamanan itu dilancarkan bersamaan dengan pernyataan Taliban yang menyambut perundingan damai dengan pemerintah Pakistan namun diikuti sejumlah persyaratan.

Salah satu persyaratan Taliban adalah penarikan mundur semua pasukan dari kawasan suku dan pembebasan semua tahanan Taliban.

Belum ada rincian
Pekan lalu partai-partai politik Pakistan sudah mencapai kesepakatan untuk menggelar perundingan dengan militan Taliban Pakistan walaupun belum ada rincian waktu maupun pihak-pihak yang akan diikutsertakan.

Perdana Menteri Pakistam, Nawaz Sharif, sudah menegaskan serangan terbaru atas aparat keamanan Pakistan tidak akan mempengaruhi proses perundingan yang mereka upayakan.

"Tentara Pakistan sudah melakukan pengorbanan besar untuk melindungi bangsa dari ancaman terorisme dan tindakan pengecut dari teroris tidak akan bisa mempengaruhi semangat tentara kami," tutur Sharif dalam pernyataannya.

Pakistan sudah menyatakan akan membebaskan salah seorang pemimpin senior, Mullah Abdul Ghani Baradar, walau tanggal persis pembebasan belum diumumkan.

Sebelumnya tujuh tahanan Taliban yang akan dibebaskan, sebagai langkah untuk mendukung upaya perdamaian dengan Taliban.

Taliban Pakistan merupakan kelompok yang terpisah dari Taliban Afghanistan walau saling bersekutu.(bbc/bbc/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]