Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Sediktinya 20 Tewas dalam Perayaan Ied Pakistan
Thursday 31 Jul 2014 20:33:02

Tim penyelamat mengerahkan helikopter untuk menemukan korban.(Foto: Istimewa)
KARACHI, Berita HUKUM - Sedikitnya 20 orang tewas tenggelam dan tiga lainnya masih hilang karena berenang di laut yang bergelombang besar dan berarus kuat di Karachi, Pakistan, demikian keterangan Polisi. Ribuan orang memenuhi pantai Clifton, Karachi, untuk menikmati libur Iedul Fitri.

Media lokal melaporkan, di antara korban terdapat 3 orang yang berasal dari satu keluarga, dan seorang bocah 12 tahun.

Dua mayat ditemukan di pantai lain, di Teluk Hawke. Hingga berita ini diterbitkan, petugas penyelamat mengatakan tiga orang masih dinyatakan hilang.

Para korban yang tak menghiraukan peringatan keselamatan dan tenggelam dibawa arus yang kuat dan angin kencang, kata perwira tinggi Polisi Ibadat Nisar yang dikutip kantor berita AFP.

Di pantai tepi laut Arabia itu -sejak Juni atau menjelang awal musim hujan- diberlakukan larangan mandi dan berenang di laut karena arus kencang dan ombak yang besar.

Polisi dikerahkan untuk menegakkan larangan itu, namun orang-orang memaksakan kehendak," kata perwira itu.

Sebuah operasi penyelamatan dikerahkan dengan menggunakan helikopter dan penyelam dari angkatan laut, jelas pejabat Karachi, Shoaib Ahmed Siddiqui.

Satu tubuh telah ditemukan-meningkatkan jumlah total tubuh sampai 23 ditemukan oleh Angkatan Laut helikopter Sea King.

"Sembilan belas mayat telah ditarik dari laut sementara pencarian empat orang lainnya terus," Shoaib Ahmed Siddiqui.

Operasi pencarian telah diluncurkan dengan bantuan penyelam Angkatan Laut dan helikopter, serta otoritas sipil.

Selanjutnya, Express News melaporkan bahwa polisi telah berusaha untuk menghilangkan kerumunan dari pantai pada Kamis sebagai orang masih berbondong-bondong ke laut untuk piknik. Upaya untuk membersihkan pantai oleh polisi mendapat sedikit kekerasan dengan orang banyak.

"Kami masih mencari mayat dan orang-orang ini bisa melihat mayat dengan mata mereka tetapi mereka masih berjuang bersama kami untuk memungkinkan mereka untuk berenang di laut," Fahad Ali, seorang pejabat polisi dikerahkan di pantai kepada AFP.

"Orang-orang ini datang dengan anggota keluarga mereka, ada perempuan dan anak-anak dan Anda dapat melihat anak-anak semuda enam dan orang tua mereka berjuang bersama kami untuk memungkinkan mereka untuk berenang di laut," katanya.
"Ini adalah puncak kebodohan," tambahnya.

Upaya yang dilakukan untuk memulihkan mobil yang terendam di laut. Namun, crane yang digunakan untuk mengangkat mobil juga terjebak, (BBC/en/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]