Empat anggota lain DK PBB abstain sementara yang lainnya mendukung resolusi. Pembunuhan sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki warga Muslim pada tahun 1995 oleh pasukan" /> BeritaHUKUM.com - Rusia Veto Resolusi PBB tentang 'Genosida' Srebenica

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
PBB
Rusia Veto Resolusi PBB tentang 'Genosida' Srebenica
Thursday 09 Jul 2015 07:14:46

Sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim dibunuh pasukan Serbia Bosnia di tahun 1995.(Foto: Istimewa)
RUSIA, Berita HUKUM - Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang dapat menggambarkan pembantaian Srebenica sebagai "genosida".

Empat anggota lain DK PBB abstain sementara yang lainnya mendukung resolusi. Pembunuhan sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki warga Muslim pada tahun 1995 oleh pasukan Serbia Bosnia adalah pembunuhan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Mosi di PBB ini membuat marah Serbia, yang menolak pemakaian istilah tersebut.

Langkah ini dibuat untuk memperingati peringatan 20 tahun kekerasan yang terjadi di tengah perpecahan Yugoslavia menjadi sejumlah negara yang berdiri sendiri.

Selama perang Bosnia, di mana pasukan Serbia Bosnia yang didukung Serbia berperang dengan pemerintah Bosnia yang dipimpin kelompok Muslim, ribuan orang di tempat perlindungan PBB dibantai.

Resolusi menyatakan "pengakuan peristiwa tragis di Srebenica sebagai genosida adalah suatu persyaratan bagi rekonsiliasi".
Tetapi Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan mengadopsinya "akan menjadi kontraproduktif, akan menyebabkan peningkatan ketegangan di kawasan".(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait PBB
 
Kutuk Kekerasan Israel di Huwara Nablus, BKSAP Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat
 
Sekjen PBB Sebut Dunia Dalam Bahaya, HNW: PBB Jangan Mandul
 
Ini Harapan MUI Terpilihnya Kembali Indonesia Anggota Tidak Tetap DK PBB
 
Muhammadiyah: Selamat Kepada Pemerintah Atas Terpilihnya Indonesia Anggota Tidak Tetap DK PBB
 
Presiden AS, Donald Trump Menuduh PBB Salah Urus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]