Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
DPR RI
Ricuh, Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR
Thursday 12 Jan 2012 17:39:16

Pengunjuk rasa berupaya untuk masuk gedung DPR/MPR RI dengan merobohkan pagar (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Aksi ribuan pengunjuk rasa yang merupakan gabungan dari petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pemulihan Hak Hak Rakyat Indonesia, berlangsung ricuh. Hal ini menyusul tindakan mereka yang berhasil merobohklan pagar gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (12/1).

Mereka terus-menerus mendorong pagar setinggi 3 meter lebih tersebut, untuk mendesak masuk agar bisa bertemu dengan wakil rakyat. Aksi anarkis ini terjadi, akibat puncak kekesalan mereka yang menuntut DPR membentuk pansus konflik agrarian dam pemerintah diminta mengeluarkan kebijakan soal agraria yang prorakyat.

Upaya mereka untuk merobohkan pagar, dilakukan beberapa pemuda menaiki pagar tersebut sambil menggoyang-goyangkannya. Tindakan mereka ini memicu reaksi serupa dari pengunjuk rasa lainnya hingga menyebabkan jebolnya pagar gedung.

Polisi yang berjaga di dalam gerbang langsung menyemprotkan water canon ke arah pengunjuk rasa. Tak terima dengan penyemprotan tersebut, massa pun membalas polisi dengan lemparan batu dan kayu yang diambil dari tanah di sekitar gedung. Teriakan coordinator pendemo, sama sekali tak didengar. Mereka terus melakukan penyerangan terhadap polisi.

Kericuhan tersebut terjadi sekitar 20 menit, setelah koordinator aksi berhasil menenangkan masa yang tampak emosi. Akhirnya massa mundur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meredanya kemarahan massa ini, setelah pihaknya keamanan mengizinkan perwakilan pendemo menemui pimpinan DPR.

Sementara itu, Ketua Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih meminta setidaknya 20 orang anggota DPR menandatangani petisi untuk membentuk pansus penyesesaian konflik agraria di seluruh Indonesia. "Kami akan terus meminta dan mendesak, agar DPR membentuk pansus," tegasnya.

Menurut dia, saat ini memang sudah 25 orang anggota DPR yang menandatangani petisi yang diajukan pihaknya. Sekber sendiri terdiri dari 72 organisasi buruh, petani dan mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Tapi pihaknya tidak memungkiri bahwa petisi ini akan dilaksanakan anggota DPR. Pasalnya, mereka kerap tidak menepati janjinya.(dbs/rob)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]