Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
WALHI
Protes Hutan Samosir Terus Dibabat, Penghargaan Kalpataru dan Wana Lestari Dikembalikan
Wednesday 28 Aug 2013 21:14:05

Ilustrasi, Wilmar Eliaser Simandjorang, 'Pencinta Lingkungan dari Samosir'.(Foto: youtube.com)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah pada Bulan Mei lalu tokoh dan raja adat dari Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera mengadukan adanya praktek penghancuran hutan kepada Walhi, kini hadir peraih penghargaan Kalpataru dan Wana Lestari dari Kabupaten Samosir, Kab. Toba Samosir dan Kabuapaten Dairi, Rabu, 28 Agustus 2013.

Hingga kini praktek penghancuran hutan alam seluas 4046 hektar masih berlangsung secara terbuka. Berbagai elemen masyarakat setempat telah melakukan upaya serius untuk menghentikan perusakan meski mendapat ancaman kekerasan sebagimana dialami Wilmar Eliaser Simandjorang di kawasan hutan Telle pada 16 Mei lalu. Wilmar menuturkan, saat itu saya diancam dengan parang panjang dan kamera saya dicacah sampai hancur.

Padahal saya hanya melakukan pemantauan saja. Kasus tersebut besok (28/8) dilakukan gelar perkara oleh Polda Sumatera Utara. Karena terlalu kuat jaringan penghancur hutan tersebut, kami berharap Mabes POLRI ikut memantau prosesnya.

Kecintaan masyarakat terhadap alam dan lingkungan di wilayah Toba Samosir, Samosir dan Dairi telah diwujudkan dengan upaya penanaman pohon secara mandiri diatas lahan kritis seluas 40 hektar dan pembibitan pohon langka oleh Marandus Sirait dan tertanam pula 64 ribu pohon oleh Wilmar Eliaser bersama komunitas Desa Hoetagindjang di kawasan Gunung Pusuk Buhit. Sedangkan Hasoloan Manik bersama kelompoknya telah melakukan penyelamatan kawasan hutan di Dairi.

Danau Toba salah satu danau terbesar di Indonesia dan dikenal dimanca negara karena keindahan alamnya, sehingga dijadikan sebagai salah satu kawasan kunjungan wisata dan kawasan strategis. Jika ekosistem Danau Toba terus dibiarkan rusak, maka apa lagi yang akan disuguhkan?, apakah akan dijadikan tujuan wisata karena kerusakan alamnya ujar Mukri selaku juru bicara Walhi untuk urusan bencana, mendampingi Abetnego Tarigan selaku Diretur Walhi saat menerima pengadu.

Perwakilan yang hadir ke Walhi terus mengeluh karena air Danau Toba telah tercemar dan kini kampung-kampung masyarakat sering dilanda bencana banjir dan kekeringan serta serangan kera ekor panjang. Tentu hal ini sangat berbahaya jika terus dibiarkan ucap Mukri pula.

Untuk itu kami mengharapkan dukungan masyarakat Indonesia guna penyelamatan ekosistem Danau Toba. Jika dukungan meluas, mudah-mudahan ada tindakan nyata, jika tidak juga, maka Walhi mendukung penuh upaya masyarakat menempuh jalur hukum termasuk melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebagai bentuk protes keras terhadap rusaknya hutan di tiga kabupaten dan khususnya di sekitar Danau Toba, tiga orang peraih penghargaan Kalpataru dan Wana Lestari akan menyerahkan kembali penghargaan tersebut kepada Presiden dan Kementerian Kehutanan.

Didampingi Walhi penghargaan tersebut akan dikembalikan pada hari Selasa, 3 September 2013. Sebelumnya pada 2 Agustus telah dikembalikan dua penghargaan Danau Toba Award kepada Gubernur Sumut oleh Wilmar Eliaser Simanjorang dan Marandus Sirait.(wlh/bhc/rby)


 
Berita Terkait WALHI
 
Release WALHI Sulawesi Tengah atas Upaya Kasasi di Mahkamah Agung
 
Tanpa Mengoreksi Kebijakan Pembangunan, Pemerataan hanya Jargon
 
Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI 2015: Menagih Janji, Menuntut Perubahan
 
Aktivis Bentangkan Spanduk Raksasa di Kantor Pusat BHP Billiton Meminta Batalkan Tambang Batubara
 
'Kebijakan Penanganan Krisis Iklim dan Pengelolaan Hutan Beresiko Memperpanjang Perampasan Tanah'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]