Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Presiden SBY Segera Harus Panggil Kartel Pangan
Tuesday 23 Jul 2013 15:48:40

Mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid, Adhie Massardi.(Foto: kiki budi hartawan)
JAKARTA, Berita HUKUM - Melambungnya harga kebutuhan pokok masyarakat saat ini, sudah diprediksi jauh hari, sejak rencana pemerintah menaikan harga BBM, hingga Presiden SBY menegur menteri terkait agar peka terhadap jeritan masyarakat saat rapat kerja di Halim Perdana Kusumah Jakarta.

Namun, hingga hari ini , Selasa (23/7) bahkan kemarahan Presiden SBY saat itu, belum mampu menurunkan harga daging dan kebutuhan pokok lainya yang terus menanjak naik.

Menurut mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid, Adhie Massardi. Menigkatnya dan naik harga sembako tidak selesai dengan langsung di membuka keran import, harga tetap tinggi dikendalikan para kartel sembako.

Tinggi harga bukan sekedar menjelang puasa dan lebaran, dan bukan masalah pasokan mandek, namun 100% persoalan manajemen perekonomian pemerintahan kita.

Manajemen ekonomi mikronya pemerintah SBY tidak memiliki kompetensi, karana semua nya di biarkan dikendalikan oleh kartel dan pemilik modal. Sehingga harga menjadi menggila seperti harga daging, bawang, cabe. dibuat sesuka mereka yang di bawah naungan pemerintah SBY jadi persoalannya bukan masalah pasokan," ujar Adhie di Jakarta, Senin (22/7).

Dijelaskannya, faktor lainnya, daya beli masyarakat turun, ketika hasil kerja (upah) tidak mencukupi untuk daya beli, dan inilah akibatnya jika BBM di naikan sesuka hati. Jadi ini dampak yang sudah di perkirakan banyak orang dampak kalau harga BBM di naikan sesuka hati. Sementara penghasilan masyarakat tidak bertambah.

"Kenapa harga-harga tidak turun, pertama SBY tidak memiliki garis komando lagi terhadap menteri-menterinya. Semua Ini dikendalikan kartel di bawah pemerintahan SBY sendiri. Kalau mau harga turun, SBY tinggal panggil saja kartel-kartel itu, dan saya yakin 100% SBY tau kartel ini merupakan temannya juga," ujar Adhie Massardi.

Adhie mencontohkan di jaman Presiden Gus Dur, Presiden tinggal panggil aja kartel-kartel Ini, seperti terjadi dijaman Gusdur, ketika harga minyak sawit tinggi, Gus Dur memanggil 8 kartel minyak saat itu, di sampaikan Gusdur, "dalam satu minggu, harga minyak sawit harus turun, kalau nggak pajak kalian akan kami periksa," ujar Adhie menirukan perkataan Gusdur.

Dan langsung harga minyak sawit turun dalam 1 minggu, sebegitu mudahnya, kalau memang ada keseriusan Presiden SBY pasti bisa.(bhc/put)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]