Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres 2014
Popularitas Ical Masih Kalah dengan Jusuf Kalla
Friday 17 May 2013 13:10:45

Direktur Eksekutif Median, Rico Merbun saat jumpa pers di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Jumat (17/5).(Foto: BeritahUKUM.com/riz)
JAKARTA, Berita HUKUM - Meski partai yang dipimpinnya diprediksi akan memperoleh suara terbanyak. Namun, kepopuleritasan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menduduki posisi keempat, dibawah Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati dan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) yang bertajuk "Elektabilitas Parpol dan Migrasi Pemilih Jelang Pemilu 2014." Dimana, kepopuleritas pria yang akbar disapa Ical ini hanyalah sebesar 82,6 persen.

"Sedangkan, urutan pertama diduduki Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan disusul mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar Direktur eksekutif Median, Rico Marbun saat jumpa pers di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Jumat (17/5).

Dimana, populeritas Jokowi mencapai 92 persen. Lalu, Jusuf Kalla dengan peroleh suara 91,8 persen. Megawati 91,3 persen dan yang ke empat Prabowo 78,7 persen.

Menurut Rico, penyebab Jokowi begitu populer di kalangan pemilih, karena pemberitaan media yang sangat massif selama ini. "Apalagi, sosoknya yang begitu kuat sejak menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta," ungkapnya.

Selain itu, sifat merakyat yang dimiliki Jokowi merupakan sifat calon Presiden yang paling diharapkan oleh responden. "Dimana, sifat merakyat memperoleh suara 82,7 persen, jujur, 27,5 persen, tegas 43,6 persen dan pandai 42,5 persen," ungkapnya.

Hal itu, tentu saja berbanding terbalik dengan prediksi Pemilihan Legislatif. Dimana, Golkar menduduki posisi teratas dengan elektabilitas sebanyak 17,1 persen. "Lalu disusul PDI-Perjuangan sebanyak 16,7 persen, dan diurutan ketiga ada PKS dan Demokrat yang sama-sama memperoleh suara 7,2 persen," tutur Rico.

Menurut Rico, penyebab perbandingan terbalik tersebut, karena kebanyakan para responden menjawab alasan memilih Golkar berdasarkan tradisi (sudah biasa memilih).

Dengan perolehan suara sebanyak 16,5 persen, lalu berpengalaman 9,7 persen dan ketokohan sebesar 8,8 persen. "Sedangkan, yang menjawab merakyat hanya sebanyak 3,5 persen saja," jelasnya.

Survei ini sendiri mengunakan sample sebanyak 1450 orang yang tersebar di 33 Propinsi. Dengan margin error 2,5 persen. Dengan mengunakan, metode Multistage Random Sampling. Yang dilakukan, sejak tanggal 28 April hingga 6 Mei 2013.(bhc/riz)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]