Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
DPO Interpol
Polri Akui Sempat Lepaskan Neneng Sriwahyuni
Monday 19 Dec 2011 17:35:55

Polri smepat menangkap Neneng Sriwahyuni bersama suaminya, M Nazaruddin saat di Kolombia. Tapi Neneng harus dilepaskan, karena saat itu belum ditetapkan sebagai buronan (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kepolisian mengakui telah berhasil menangkap Neneng Sriwahyuni, saat penenagkapan terhadap Muhammad Nazaruddin di Kolombia pada awal Agustus 2011 lalu. Namun, polisi harus melepaskannya lagi, karena Nenang saat itu belum ditetapkan sebagai buronan Interpol.

"Pada saat Nazaruddin ditangkap di Kolombia, status Neneng belum jadi tersangka. Saat itu red notice juga belum dikeluarkan bagi Neneng, makanya tidak ada istilah satu paket (penangkapan)," kata Kabag Kejahatan Internasional Divhubinter Polri, Kombes Pol. Hasan Malik di gedung Transnational Crime Centre (TNCC), Jakarta, Senin (19/12).

Menurut dia, belum dikeluarkannya red notice oleh penyidik, membuat pihak kepolisian tidak berwenang melakukan penangkapan Neneng Sri Wahyuni di negara lain. Sementara Nazaruddin cepat ditangkap dengan pengusiran dari Kolombia karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran imigrasi dan paspor ilegal.

Sedangkan terkait keberadaan istri Nazaruddin itu, hingga kini belum diketahui pelariannya. Beberapa negara yang menjadi anggota polisi internasional (interpol), sudah menginformasikan secara rutin ke Indonesia. “Hasilnya nihil,” papar dia.

Namun, tegas dia, pencarian dan penangkapan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan supervisi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Kemenakertrans pada 2008 itu, kini menjadi prioritas Interpol. “Sekarang jadi prioritas, agar bisa langsung dideportasi," ujarHasan.

Penentuan skala prioritas dalam perburuan buronan Interpol, ungkap dia, ditetapkan kalau buronan tersebut tidak terdeteksi keberadaannya. "Prioritas ditetapkan juga apabila ada tuntutan dari publik agar kasusnya cepat dituntaskan," jelas dia.

Diungkapkan, saat ini ada tiga orang yang menjadi prioritas dari Indonesia dalam perburuan Interpol. Mereka tersebut yakni Neneng Sri Wahyuni, dan dua orang tersangka kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun Hartono dan Hendra Wijaya.

Sebelumnya, tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti juga telah masuk daftar prioritas. Sejak 2004, sudah ada 57 orang buron asal Indonesia yang masuk ke dalam daftar red notice Interpol. Beberapa kesulitan menangkap mereka, karena disebabkan perbedaan sistem hukum dan belum adanya perjanjian ekstradisi terhadap negara para buron tersebut bersembunyi.(dbs/bie)


 
Berita Terkait DPO Interpol
 
KPK: Neneng Ditangkap Tim KPK Bukan Menyerahkan Diri
 
Kabareskrim: Ada Kesulitan Dalam Penangkapan Neneng
 
Neneng Minta Syarat, KPK Tidak Mau Berkompromi
 
KPK Masih Bahas Penjemputan Neneng Sri Wahyuni
 
Perkaya Neneng dan Nazaruddin, Timas Dituntut Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]