Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Polisi Pembunuh Aktivis Prodemokrasi Mesir Divonis Penjara
Thursday 27 Oct 2011 14:59:26

Foto jenazah dan Khaled Said semasa hidup (Foto: Reuters Photo)
KAIRO (BeritaHUKUM.com) – Pengadilan Mesir menjatuhkan vonis hukuman tujuh tahun penjara kepada dua polisi yang didakwa telah membunuh seorang pegiat, Khaled Said, pada Juni 2010 lalu. Hal ini berlangsung, sebelum demo besar-besaran melanda seantero Mesir.

Protes terhadap kejahatan yang dilakukan dua polisi ini, makin memicu protes dan belakangan memunculkan gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Mesir yang berujung pada tumbangnya mantan Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaanya.

Seperti dilansir laman BBC, Kamis (27/10), Jaksa menyatakan bahwa kedua polisi itu, Awad Ismail dan Amin Mahmoud Salah, terbukti bersalah atas kasus pembunuhan yang didakwakan kepada mereka. Sebelumnya, kedua polisi itu mengatakan Said tewas karena mencoba menelan paket obat bius yang dia bawa.

Namun, berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan dalam persidangan tersebut, kedua polisi ini terbukti telah membawa Said ke sebuah warung internet di Alexandria dan kemudian memukulinya hingga tewas.

Tim forensik yang memeriksa jasad korban juga menemukan indikasi bahwa obat bius yang ada pada mulutnya sengaja dijejalkan oleh kedua polisi itu. "Pengadilan menghukum kedua terdakwa hukuman penjara selama tujuh tahun karena melakukan kekejaman terhadap korban," kata hakim Moussa al Nahrawy.

Atas hukuman ini, keluarga Said mengatakan seharusnya hukuman lebih berat dapat dijatuhkan kepada kedua terdakwa. Menurut mereka, keadilan belum terjadi pada Khaled Said. Seharusnya respon terhadap putusan ini akan terjadi di jalanan dan bukan di dalam ruang pengadilan.

"Di dalam pengadilan, polisi militer mengunci pintu ruang pengadilan dan keluarga dua terdakwa terlihat memukuli empat jaksa karena protes terhadap putusan ini. Seharusnya kedua terdakwa itu menerima hukuman seperti yang mereka lakukan terhadap Said," kata paman Said, Ali Qassem.

Sesaat setelah Said meninggal dunia, sejumlah pegiat lain sempat menyebarkan foto yang menggambarkan luka yang dialaminya akibat pemukulan dua polisi itu lewat internet dan memunculkan kecaman yang terus meluas. Aksi merupakan gerakan awal menumbangkan Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa di Mesir lebih dari 30 tahun.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Mesir
 
Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]