Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Pilkada
Pilkada Jakarta Bukti Demokrasi Indonesia Semakin Matang
2017-05-08 08:18:42

Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar pada pengurus dan anggota BKPRMI di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (7/5).(Foto: Istimewa)
MAKASSAR, Berita HUKUM - Akhir pekan dimanfaatkan Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk sambung rasa dan serap aspirasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Hari ini, Minggu (7/5), Zulkifli Hasan saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar pada pengurus dan anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (7/5).

Dalam kesempatan dialog bersama Pemuda Remaja Masjid se Indonesia tersebut, Zulkifli Hasan kembali menegaskan bahwa Pilkada Jakarta adalah bukti bahwa Demokrasi Indonesia semakin matang.

"Sembako ditolak dan malah dilaporkan oleh warga melalui media sosial. Setelah pilkada aman tak ada satupun korban tak ada satu rumah pun terbakar. Semua kekhawatiran tidak terbukti."

Sekarang, ketika Pilkada Jakarta sudah selesai, Zulkifli Hasan mengajak agar semua pihak menahan diri dan tidak menyampaikan pernyataan yang memfitnah dan menyerang.

"Kompetisi sudah selesai, hentikan menebar kebencian hentikan semua fitnah. Tim sukses itu sudah selesai sekarang bersatu lagi sebagai saudara sebangsa."

Zulkifli Hasan menyayangkan banyaknya berita-berita tak benar beredar di masyarakat Jakarta. Dikatakan, kemenangan Anies Sandi menjadi Gubernur Jakarta merupakan keberhasilan umat Islam Radikal.

"Berita Islam Radikal itu adalah fitnah yang menyesatkan, karena itu tidak perlu didengar apalagi dibesar-besarkan."

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa, "71 Tahun merdeka, kita masih menghadapi 2 masalah utama : Kesenjangan & lunturnya nilai nilai ke Indonesiaan kita,".

Masalah serius yg kita hadapi adalah Pancasila semakin memudar karena ditinggalkan. Kita lupa inilah warisan bernilai dari pendiri bangsa.

"Sekarang musyawarah mufakat ditinggalkan. Bertarung menang menangan hingga menyisakan konflik yang panjang sesama anak bangsa. Perjuangan mewujudkan Keadilan Sosial juga masih terus dilakukan. Agar kesenjangan tak makin melebar, Agar kita senasib sepenanggungan".

"Di Negeri Pancasila fakta menunjukkan 4 orang terkaya di Indonesia sama hartanya dengan 100 juta orang miskin. Dimana keadilannya?" tanya Zulkifli yang juga menjabat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

SEmentara, pada kesempatan itu Ketua MPR RI juga mengingatkan pentingnya kesadaran rakyat bahwa mereka adalah penguasa tertinggi di Indonesia. Rakyatlah yang menentukan seseorang menjadi Presiden, Gubernur dan Bupati serta Walikota.

Karena itu rakyat jangan sampai menukar kekuasaannya dengan sembako, kerudung atau uang transport. "Pilihlah calon yang baik, mau membangun masyarakat bukan malah menggerogoti rakyat," tutupnya.

Ikut hadir pada acara tersebut, anggota DPR RI, Indira Chundha Thyta Syahrul, Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sukri Matta Netta, Wakil Ketua DPRD provinsi Sulawesi Selatan Ashabul Kahfi, serta Ketua Umum DPP BKPRMI H. Said Aldi Al Idrus.(MPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilkada
 
Pramono Anung-Rano Karno Menangi Pilkada Jakarta 2024
 
Tanggapi Pernyataan Jokowi, Mahfud: Enggak Biasa...
 
Peneliti: 57 Calon Dinasti Politik Menang Pilkada 2020
 
Komisi II Apresiasi Tingginya Partisipasi Pemilih Kepri pada Pilkada Serentak 2020
 
Calon Tunggal Pilkada Kutai Kartanegara Hadapi Gugatan di MK, Warga Harapkan Keadilan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]