Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Penyelundupan 5.385 Butir Ekstasi Asal Jerman Digagalkan, Polisi: Tersangka WN Nigeria
2021-04-20 10:40:38

Kabid Humas PMJ Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Dirresnarkoba PMJ Kombes Pol Mukti Juharsa bersama jajarannya saat membeberkan barbuk narkoba.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ekstasi asal negara Jerman. Ekstasi sebanyak 5.385 butir dikirim dari Jerman ke Indonesia melalui paket ekspedisi dengan tujuan ke Kantor Pos Pademangan, Jakarta Utara, Jum'at (16/4).

Dari upaya penyelundupan itu, polisi berhasil mengamankan penerima ribuan butir ekstasi dari Jerman tersebut. Yakni seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria atas nama FUO.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, FUO diamankan petugas dari kediamannya di Apartemen Northern Park Residence, Lantai 11, kamar 11 CS, Sunter, Jakarta Utara pada Jum'at (16/4) siang.

Yusri menuturkan, dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti paket berisi ribuan ekstasi dalam kemasan kardus.

"Modus pelaku menyimpan ekstasi dalam paket kardus untuk mengelabui petugas," ujar Yusri, dalam konferensi pers, di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/4).

Kasus ini, lanjut Yusri, terungkap berdasarkan informasi masyarakat, dimana ada kiriman paket mencurigakan di Kantor Pos Pademangan, Jakarta Utara. Setelah didalami diketahui bahwa isi paket adalah narkoba jenis ekstasi.

"Tim sempat mengamankan seorang perempuan bernama V yang telah mengambil 1 paket kardus itu dari Kantor Pos di daerah Pademangan Timur, Jakarta Utara," terang Yusri.

Hasil dari interogasi terhadap V, tambah Yusri, bahwa paket tersebut diambil atas perintah seorang laki-laki bernama FU yang merupakan Warga Negara (WN) Nigeria.

"Kasus dikembangkan dengan Control Delivery. Pada hari yang sama, V yang didampingi anggota, kemudian mengantar paket tersebut ke tempat tinggal FU di Apartemen Northern Green Lake, Sunter, Jakarta Utara," beber Yusri.

"Berhasil dilakukan penangkapan terhadap FUO, warga asing asal Nigeria tersebut," sambung Yusri.

Ia memastikan, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus ini, untuk melihat kemungkinan adanya pelaku lain yang merupakan jaringan FUO.

"Sebab ekstasi FUO ini dipastikan asal Jerman, dengan kualitas bagus dan akan diperjualbelikan di Jakarta," cetus Yusri.

Atas perbuatannya, tersangka FUO akan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun, bahkan hukuman mati.(bh/amp)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]