Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Afrika Selatan
Pencarian Ribuan Buaya Lepas Masih Terus Dilakukan
Saturday 26 Jan 2013 14:54:23

Buaya.(Foto: Ist)
AFRIKA SELATAN, Berita HUKUM - Polisi Afrika Selatan, Jumat (25/1), melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap kembali ribuan buaya yang lolos dari sebuah peternakan buaya di Rakwena yang terletak di utara Afrika Selatan, Minggu lalu.

Operasi ini harus bisa menangkap sebanyak mungkin buaya yang lolos akibat banjir melanda peternakan tadi.

Kantor berita AFP mengutip juru bicara kepolisian Afrika Selatan Hangwani Mulaudzi mengatakan, operasi besar-besar menangkap buaya yang lolos ini guna menjamin bahwa semua buaya tadi sudah teratasi sehingga tak perlu khawatir.

"Sekitar 1.000 buaya sudah ditangkap," ujar Mulaudzi.

Media local melaporkan, sekitar setengah dari 15.000 buaya di peternakan itu lolos saat hujan yang menyebabkan banjir melanda kawasan peternakan itu. Buaya ini lolos setelah pemilik peternakan memaksa membuka gerbang peternakan guna mencegah terjangan air besar yang menghancurkan peternakan itu.

Jika kondisi ini yang terjadi, maka buaya-buaya tadi akan menyebar lebih luas dan jauh sehingga operasi penangkapan kembali akan lebih sulit dan lebih berbahaya bagi masyarakat luar.

"Sejauh ini tak ada seekor buayapun di kota ini sampai kemarin malam," ujar Mulaudzi, seperti yang dikutip dari kompas.com, pada Jum'at (25/1).

Buaya yang lolos ini ada yang ditemukan dekat sebuah pusat pembelanjanan di kota Musina sejauh 120 kilometer dari lokasi peternakan.

Manajer bencana Afrika Selatan dilibatkan dalam operasi ini sembari menekankan agar hati-hati atas kemungkinan adanya serangan dari buaya-buaya ini. Pesan ini terutama bagi kelompok tentara yang dikerahkan ke lokasi kemungkinan keberadaan buaya-buaya ini.

"Ini bukan sesuatu yang kami khawatirkan," ujar juru bicara Badan Bencana Nasional, Diektseng Diale. "Perburuan buaya ini seperti film Crocodile Dundee," ujarnya berkaitan dengan film komedi tahun 1986 yang popular berkaitan dengan perburuan buaya di Australia.

Perburuan dilakukan terutama pada malam hari karena mata buaya memancarkan cahaya saat tersorot lampu. Juru bicara peternakan buaya Zane Langman kepada televise local eNCA mengatakan sebagian besar buaya yang lolos ini masih kecil sehingga mudah ditanam oleh tim.

"Mayoritas panjangnya 2,5 meter atau kurang. Jadi kita biasanya melompat kepunggungnya dan menangkapnya. Namun buaya yang lebih besar perlu teknik untuk menangkapnya.(kmp/bhc/rby)


 
Berita Terkait Afrika Selatan
 
Kekerasan Rasial di Afrika Selatan, Ratusan Ditangkap
 
Delapan Jenazah di Tambang Emas Afrika Selatan
 
Bunuh Sang Pacar, Pistorius Didakwa dengan Pembunuhan
 
Pencarian Ribuan Buaya Lepas Masih Terus Dilakukan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]