Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Gempa
Penanganan Korban Gempa Lombok Belum Optimal
2018-09-13 00:33:21

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meninjau lokasi bencana gempa di Kabupaten Lombok Barat.(Foto Abu/jk)
LOMBOK, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meninjau lokasi bencana gempa di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mendengarkan aspirasi warga yang menjadi korban gempa. Menurutnya, masih banyak warga yang menyampaikan keluhan tentang kondisi penanganan dampak gempa bumi yang belum optimal.

Fadli bersana Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar dan pengurus Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) NTB diterima di Posko Dusun Lendang Bajur, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Selasa (11/9). Rombongan juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok dan logistik berupa terpal dan 200 lembar selimut.

Di hadapan warga terdampak gempa, Fadli mengatakan, pihaknya sudah mengadakan rapat konsultasi dengan kementerian dan lembaga terkait koordinasi penanganan dampak bencana di Pulau Lombok dan Sumbawa, Senin (10/9) lalu.

"Kami sudah membahas masalah tersebut kemarin, dan ini saya datang khusus melihat realitas penanganan bencana di lapangan. Jangan sampai dikatakan beres, tapi kenyataan di lapangan lambat, bahkan tidak sampai sasaran," kata Fadli.

Politisi Partai Gerindra itu juga sudah meminta pemerintah mengecek langsung hingga ke masyarakat tingkat bawah. Karena pada kenyataannya, masih ada warga yang belum merasakan langsung realisasi janji bantuan yang disebutkan pemerintah, dimana angka bantuannya cukup besar.

"Kami ingin pastikan janji dari pemerintah, karena itu salah satu fungsi DPR mengawasi supaya tepat sasaran. Terutama yang sifatnya jangka menengah, yakni hunian sementara sebelum datang musim hujan," ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, Ketua Posko Dusun Lendang Bajur Wayan Kantil mengaku harus proaktif jika ingin mendapatkan bantuan bahan makanan dari pemerintah. "Lima hari setelah gempa, bantuan bahan makanan sama sekali belum ada. Beruntung ada relawan yang datang mendistribusikan bantuan bahan makanan," kata Wayan.

Ia juga menyampaikan perhatian dari pemerintah terkait bantuan tenda untuk sekolah darurat belum ada. Sementara kondisi bangunan sekolah dasar di Lendang Bajur rusak berat. "Kami sudah melobi agar diberikan tenda berukuran besar untuk dijadikan sekolah darurat, tapi belum ada sampai sekarang," tutur Wayan.

Wayan juga menyebutkan total rumah rusak di wilayahnya sebanyak 210 unit, terdiri atas 30 rusak berat, sisanya rusak sedang dan ringan. Namun hingga saat ini, belum ada satu pun warga yang sudah memperoleh bantuan dana untuk perbaikan rumah meskipun sudah diverifikasi oleh petugas.

"Kami terus bergerak agar bantuan yang dibutuhkan warga bisa diberikan, terutama tenda untuk sekolah darurat dan perbaikan rumah. Sembako juga masih sangat dibutuhkan untuk menyambung hidup," katanya.(ann/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Gempa
 
Gempa Mematikan 7,8 SR di Turki dan Suriah, Total Korban Meninggal Sedikitnya 3.500 Orang
 
Team AREA DPD Bekasi Peduli Kirim Bantuan ke Lokasi Gempa Bumi Cianjur
 
6 Orang Meninggal dalam Gempa Magnitudo 6,1 Mengguncang Malang
 
Sebanyak 42 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 6,2 SR di Sulawesi Barat
 
Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]