Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Pemilu Sela AS, Republik Unggul Sementara
Wednesday 05 Nov 2014 12:46:06

Sekitar sepertiga kursi Senat diperebutkan dalam pemilu sela.
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Partai Republik unggul sementara dalam hasil perhitungan suara pemilu sela di Amerika Serikat. Partai berlambang gajah itu hanya membutuhkan enam kursi lagi untuk menguasai Senat. Republik telah mendapatkan empat kursi dari Negara Bagian Arkansas, Montana, Dakota Selatan dan Virginia Barat.

Pemimpin Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, juga berhasil mempertahankan kursinya di Negara Bagian Kentucky.

McConnell mengalahkan pesaingnya dari Partai Demokrat, Alison Grimes Lundergan, sehingga peluangnya untuk memimpin Senat terbuka lebar jika Partai Republik menjadi mayoritas.

"Ini bukan tentang saya atau lawan saya. Ini tentang pemerintahan yang tidak lagi dipercaya oleh masyarakat," kata McConnell.

Seiring ditutupnya pemungutan suara, hasil awal menunjukkan sejumlah anggota Senat dari Partai Republik dan Demokrat mampu mempertahankan kursi mereka.

Dalam prediksi awal, Republik berpeluang mendapatkan kursi dari Negara Bagian Nebraska, Mississippi, Alabama, Maine, South Carolina, Oklahoma dan Tennessee.

Kursi Demokrat juga mampu mengamankan kursi dari Negara Bagian Massachusetts, Rhode Island, Delaware dan New Jersey.

Editor BBC untuk wilayah Amerika Utara, Jon Sopel, mengatakan dua partai tampaknya lelah dengan konflik dan pertentangan yang terjadi antara Kongres dan Gedung Putih.

Namun, kemenangan Republik dalam pemilu sela belum tentu membawa perubahan. Hubungan eksekutif dan legislatif bisa saja membaik atau memburuk, kata Sopel.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
 
Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
 
Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
 
AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
 
Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]