Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kompolnas
Pansel Kompolnas Perpanjang Masa Pendaftaran Calon Anggota Kompolnas
2016-02-15 20:22:35

Ketua Pansel Kompolnas Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo (tengah) di Gedung Kompolnas, jalan Tirtayasa VII No.20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/2).(Foto: BH/as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia memperpanjang masa penerimaan pendaftaran calon anggota Kompolnas periode 2016-2020, dari 16 Februari sampai 29 Februari 2016, terhitung 10 hari kerja.

Mantan Inspektur Pengawasan Umum Polri, selaku ketua Pansel Kompolnas Komjen Pol. (Purn) Imam Sudjarwo mengatakan diperpanjangnya proses penerimaan calon anggota Kompolnas berhubung masa bakti Kompolnas sekarang akan berakhir pada 18 Mei 2016.

"Berhubungan masa seleksi masih lama, sampai Mei 2016. Maka pendaftaran penerimaan calon anggota Kompolnas diperpanjang," kata Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo di Gedung Kompolnas, jalan Tirtayasa VII No.20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/2).

Animo masyarakat yang sudah mendaftar sampai 12 Februari 2016 menyampaikan berkas sebanyak 99 orang, tetapi sebanyak 88 orang yang berkasnya dinyatakan lengkap. Dari 88 orang yang dinyatakan berkasnya lengkap, 71 orang yang mendaftar dari jalur tokoh masyarakat dan 17 orang terdiri dari purnawirawan polisi, akademisi dan jurnalis.

Selanjutnya, Menurut Imam tentang anggota Kompolnas yang tidak boleh rangkap jabatan di ubah. Untuk anggota Kompolnas periode 2016-2020 yang tidak boleh rangkap jabatan hanya profesi advokat atau pengacara.

"Pansel memandang hanya profesi advokat atau pengacara yang memiliki unsur kepentingan, sementara kalau dari unsur dosen atau akademisi tidak memiliki unsur kepentingan," ujar Imam.

Kemudian, Sekretaris Pansel Kompolnas Yenti Ganarsih menambahkan pengumuman kelulusan seleksi administrasi akan diumumkan secara terbuka pada 4 Maret 2016 di media massa dan situs resmi Kompolnas.

"Peserta yang dinyatakan lulus administrasi itu harus membawa dokumen kelengkapan administrasi permohonan sebagai bukti fisik untuk diverifikasi keasliannya, paling lambat 11 Maret 2016," ujar Yenti.

Pansel membutuhkan orang-orang ahli karena tugas kepolisian ke depan sangat berat. "Kita bicara kompetensi, memahami betul, selama ini harus memantau kinerja polisi, punya pandangan kebijakan yang diperlukan untuk perbaikan SDM di kepolisian," tegas Yeti sebagai Ahli Hukum Pidana Universitas Trisakti.

Ada tiga incumbent Komisioner Kompolnas yang ikut mendaftar kembali yakni Syafriadi Cut Ali, Edi Hasibuan dan Hamidah Abdurrahman.

Awal Mei 2016, Pansel Kompolnas telah memiliki nama-nama calon komisioner Kompolnas yang akan diserahkan kepada Presiden.(bh/as)


 
Berita Terkait Kompolnas
 
Kompolnas Berharap Proses Seleksi PAG di Polda Metro Kedepankan Prinsip BETAH
 
Kompolnas Puji Kesigapan Bidpropam Polda Metro Periksa Oknum Polisi yang Cekcok dengan Paspampres
 
Kompolnas: Polri Luar Biasa Sigap Bantu Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19
 
Kompolnas Sambut Baik Biro Paminal Divpropam Polri Adakan Patroli Siber
 
Kompolnas ke Bidpropam Polda Metro: Bagus, Jika Layanan Pengaduan Dapat Pujian dari Pelapor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]