Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Mobil Dinas Negara
Panglima TNI Launching Penggunaan BBG Untuk Mobil Dinas TNI
Tuesday 03 Sep 2013 12:28:13

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bapak Jero Wacik melaunching penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk mobil dinas TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (2/9).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., melaunching penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk mobil dinas TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (2/9). Launching ini dilakukan bersama antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bapak Jero Wacik dengan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Bapak Hanung Budya serta Direktur Gas Pertamina Bapak Hari Karyuliarto, sekaligus dengan peninjauan pemasangan Konverter Kit gas sebagai langkah awal penggunaan BBG di lingkungan TNI pada 20 kendaraan Paspampres TNI dalam yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada bulan Oktober 2013 di Bali mendatang dan dilanjutkan dengan memasang strikter bertuliskan “Go Green”.

Dalam sambutannya, Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini TNI telah diberi alokasi sebanyak 500 konverter kits yang akan difokuskan kepada kendaraan TNI di wilayah Jakarta dan Surabaya terlebih dahulu. Diutamakan di wilayah tersebut, dikarenakan pengguna kendaraan TNI yang cukup besar sehingga menjadi target utama pemasangan Konverter Kit gas ini. Kemudian setelah Jakarta dan Surabaya baru akan menyusul ke daerah-daerah lainnya.

Guna mendukung konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM telah menyiapkan 4.000 Konverter Kit gratis bagi kendaraan dinas, salah satunya pada kendaraan operasional TNI. Konverter Kit merupakan sebuah alat penambahan untuk kendaraan, yang biasanya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), beralih dengan menggunakan Liquid Gas Vehicle (LGV). Kendaraan yang dipasang Konverter Kit akan mempunyai sistem bahan bakar ganda yaitu Premium/Pertamax dan LGV yang sering disebut dengan istilah Bi-Fuel. Dengan pemasangan Konverter Kit ini maka beberapa kendaraan operasional TNI telah menggunakan LGV. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam memberlakukan pembatasan penggunaan BBM dan juga sebagai salah satu upaya yang dilakukan TNI untuk mendukung serta menyukseskan program pemerintah yaitu menuju Indonesia hijau (Go Green).

Perpindahan penggunaan BBM ke Liquid Gas Vehicle (LGV) ini dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun tujuan program konversi ini yaitu mengurangi subsidi BBM sehingga mengurangi beban fiskal, mengurangi beban biaya bahan bakar pemilik kendaraan dan mengendalikan lingkungan dari polusi udara. Hal ini mengingat sumber daya minyak semakin menipis dan sumber daya gas masih relatif lebih besar sehingga mendorong untuk dilakukan diversifikasi energi. Pemanfaatan gas untuk transportasi, pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah untuk ketersediaan gas dan infrastrukturnya.(tni/bhc/sya)


 
Berita Terkait Mobil Dinas Negara
 
Inilah Aturan Baru Menteri Keuangan Tentang Mobil Dinas Operasional Pejabat Di Dalam Negeri
 
Keterlaluan, BPKB Mobil Dinas Wakil Gubernur Kaltim Digadai
 
Panglima TNI Launching Penggunaan BBG Untuk Mobil Dinas TNI
 
Kasus Mobil Dinas, KPK Tetapkan 2 Hakim Tipikor Sebagai Tersangka
 
Hakim Tipikor Vonis Terdakwa Korupsi Mobil Dinas Kubar 4 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]