Tiga" /> BeritaHUKUM.com - Pakistan Dinilai Gagal Lindungi Wartawan

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Pakistan Dinilai Gagal Lindungi Wartawan
Wednesday 30 Apr 2014 11:03:18

Berbagai penembakan atas wartawan guncang Pakistan.(Foto: AFP)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Pemerintah Pakistan "hampir sepenuhnya gagal" untuk melindungi wartawan, kata kelompok hak asasi manusia Amnesty International dalam laporan terbaru mereka. Laporan itu mendokumentasikan 34 kasus pembunuhan terhadap wartawan sejak berakhirnya kekuasaan militer pada 2008.

Tiga belas kasus di antaranya terjadi di provinsi Balochistan. Sembilan lainnya di kawasan kekuasaan Taliban di barat.

Hanya ada satu kasus sejak 2002 yang pelakunya dihukum, yaitu pembunuhan atas Wali Khan Babar pada 2011.

Tetapi bahkan pada kasus ini ada "kekhawatiran" apakah pengadilannya berlangsung adil, kata Amnesty.

Pakistan adalah salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan, menurut Komite untuk Melindungi Wartawan, yang mendokumentasikan banyak kasus serangan terhadap wartawan di negara ini.

Laporan Amnesty datang di tengah luasnya laporan tentang penembakan Hamid Mir, salah satu pembawa acara Pakistan yang paling terkenal.

Pada 19 April, ia ditembak enam kali di perut dan kaki setelah mobilnya ditembaki oleh kelompok pria tidak dikenal di dekat bandara Karachi.

Seorang pembawa acara televisi Raza Rumi ditembak pada bulan Maret di dalam mobilnya di kota Lahore. Ia selamat namun sopirnya tewas.

Banyak wartawan yang diwawancarai oleh Amnesty mengeluhkan serangan oleh orang-orang yang terkait dengan badan intelijen militer Pakistan yaitu Direktorat Intelijen Antar Lembaga.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]