Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pendidikan
Murid-Murid Tak Punya Handphone Kepsek PAUD SAAJA Minta Kadisdik Turun Kelapangan
2020-08-05 17:15:48

JAKARTA, Berita HUKUM - Kegiatan proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19 dilaksanakan melalui jarak jauh. Proses belajar melalui sistem online kini diterapkan oleh tenaga pengajar maupun murid-murid seluruh lembaga pendidikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA), Kristina Iin Dwiyanti mengatakan proses belajar online di PAUD terkendala fasilitas elektronik.

Pasalnya, orang tua murid disekolah tersebut tergolong ekonomi lemah. Dikatakan Iin, Yayasan yang menaungi pendidikan usia dini itu tidak memungut biaya sepeserpun ditempatnya.

" Online tapi keterbatasan, tidak maksimal. Hambatan perlengkapan hp kuota (data) harus beli sementara SAAJA menyelenggarakan program pendidikan free school," terang dia, Rabu (5/8).

Dia melanjutkan, pemerintahan dalam hal pendidikan diharapkan lebih serius dan lebih aktif turun kelapangan memantau langsung proses belajar siswa.

Kata dia, regulasi tentang penerapan belajar jarak jauh agar berjalan lancar diperlukan sinergitas kelompok masyarakat terutama pegiat pendidikan.

" Tapi, Dinas pendidikan harus mengevaluasi langsung ke lapangan, pembelajaran jarak jauh ini dengan melibatkan kelompok masyarakat. Sehingga adaptasi pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan secara merata, Atau diakses secara adil tidak ada diskriminasi," ungkapnya.

Iin menambahkan, dimasa pandemi COVID-19 kegiatan belajar mengajar jarak jauh pemerintah seharusnya mempertimbangkan insentif tenaga pengajar. Menurut dia, pemerintah lebih serius memberikan insentif terutama bagi guru-guru swasta dan honorer di Indonesia secara luas.

" Pertimbangan insentif guru harus diperhatikan, pembelajaran jarak terutama yang honorer terutama swasta dan paud-paud diseluruh wilayah," seru Kepala Sekolah Paud SAAJA.

Secara terpisah pegiat pendidikan Agus Supriyanto menyampaikan pendidikan menjadi persoalan penting bagi pemerintah dan masyarakat. Apalagi, pada saat ini permasalahan belajar mengajar di tengah pandemi COVID-19 mengalami keterbatasan.

" Pendidikan menjadi persoalan penting Yayasan SAAJA tetap melakukan inovasi pembelajaran jarak jauh," ujar Agus yang tak lain sebagai Sekretaris Jenderal Pemberdayaan Rakyat Miskin (YPaRam).

Namun demikian, Agus juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi menekan penularan virus COVID-19. Adapun dia menyebutkan, di sekolah PAUD SAAJA menekan 3 M bagi para murid-muridnya.

" Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M), kita terapkan dengan protap kesehatan," sambungnya.(bh/dd)


 
Berita Terkait Pendidikan
 
HNW: Peraturan Menteri Agama Penanganan Kekerasan Seksual Mestinya Adil dan Masukkan Pendekatan Agama
 
Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unair, Firli Bagikan Tips Sukses hingga Jadi Presiden
 
Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021
 
HNW Minta Kemenag Tindak Tegas Pemotong Bantuan Pesantren
 
Ratna Juwita Pertanyakan Alokasi Dana Abadi Pesantren Tak Tercantum di APBN 2022
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]