Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Penipuan
Menunggu Vonis Perkara Robianto Idup
2020-09-03 09:39:53

Suasana persidangan secara Virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.(Foto: BH /ams)
JAKARTA, Berita HUKUM - Vonis perkara tipu gelap yang diduga dilakukan terdakwa Robianto Idup rencananya pekan depan bakal diputus oleh majelis hakim yang diketuai Florensia Kendengan. Masyarakat kini menanti, apakah hukuman yang akan dijatuhkan nanti sama dengan tuntutan jaksa, yang sebelumnya menuntut dengan hukuman penjara tiga tahun enam bulan, atau lebih ringan, atau justru diputus bebas?

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Boby Mokoginta dan Marley Sihombing, dalam replik, menyatakan tetap pada tuntutannya. Demikian juga tim penasihat hukum terdakwa dari kantor advokat Hotma Sitompul, juga telah mengajukan dupliknya yang disampaikan dalam persidangan yang berlangsung secara virtual di PN Jaksel, pada Selasa (1/9).

"Penasihat hukum masih menanggapi replik JPU," tanya Ketua Majelis Hakim Florensia Kendengan kepada tim penasehat hukum terdakwa Robianto Idup. "Iya, pada intinya tetap seperti pledoi kami. Bahwa perkara ini adalah perdata," ujar Philipus Harapenta Sitepu.

Terkait pledoi terdakwa Robianto Idup yang disampaikan Hotma Sitompul pada Selasa 25 Agustus 2020 lalu, yang menyatakan kliennya tidak dapat dihukum (pidana) karena perkaranya masuk ranah perdata, kata JPU hal itu tidak bisa diterima. Meningat fakta-fakta yang terungkap selama persidangan berupa keterangan saksi yang juga didukung alat bukti dokumen menunjukkan adanya tindak pidana yang dilakukan Robianto Idup.

Karena sebelumnya, dalam kasus yang sama telah dihukum satu tahun penjara Dirut PT DBG, Imam Setiabudi. Dalam putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap itu, disebutkan bahwa Robianto Idup terlibat dalam kasus penipuan tersebut, bahkan dapat diklasifikasikan sebagai aktor intelektualnya.

Terkait replik dan duplik tersebut, Herman Tandrin menyatakan sebelum kasus ini bergulir ke persidangan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan menagih kewajiban keuangan sebagai imbalan hasil kerjanya. Namun Robianto selalu berkelit, jika kewajiban hutang itu adalah perdata.

"Sudah sekitar delapan tahun PT GPE menagih honornya ke PT DBG, tapi alih-alih dibayar justru Robianto Idup berkelit jika kewajiban Utang tersebut adalah Perdata. Intinya, dia selaku Owner dan Komisaris PT DBG memang tidak pernah punya itikad baik untuk bayar hutang-hutang PT DBG tersebut," ujar Herman via WhatsApp pada Rabu (2/9).

Karena menurutnya seperti mengukutip ulang kalimat Ibu Floren yang mengatakan ‘'patut dipertanyakan kok ada orang kaya lebih memilih untuk dipenjara dari pada bayar hutang'. Padahal janji bayar hutang tersebut, menurut Herman Tandrin sudah berulang kali disampaikan oleh Robianto Idup dalam setiap kesempatan pertemuan di Jakarta. "Bagaimana rasanya sudah kerja untuk orang lain, tapi tidak dibayar?," imbuhnya.

Oleh karena itu Herman Tandrin berharap agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, dapat memberikan putusan yang seadilnya-adilnya. Mengingat bahwa Robianto Idup memiliki itikad tidak baik, karena sempat melarikan diri yang akhirnya menjadi buron selama hampir dua tahunan. Bahkan dia telah dimasukkan jadi DPO dan rednotice, sebelum menyerahkan diri di Denhag, Belanda.(bh/ams)


 
Berita Terkait Penipuan
 
Dugaan Penipuan Terhadap Mantan Direktur PT. LDS, Eksepsi Kuasa Hukum: Bukan Perkara Pidana Ternyata Perdata
 
Bekas Karyawan Pinjol Jual Data Nasabah Catut Nama Bank BCA Ditangkap Siber Polda Metro
 
Angelin Pemilik Toko SJP dan SJT Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Penipuan Rp 4 Milyar
 
Empat Pria Penipu Tiket Konser Coldplay Ditangkap di Sulawesi Selatan
 
Polisi Tangkap 55 WNA terkait Dugaan Penipuan melalui Media Elektronik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]