Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Masyarakat Aceh Utara Gelar Upacara Bendera Bulan Bintang
Friday 29 Mar 2013 01:37:29

Sejumlah masyarakat di Desa Keude Klep Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara saat melaksanakan upacara pengibaran bendera Bulan Bintang, Kamis (28/3).(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH UTARA, Berita HUKUM - Regulasi Qanun Bendera dan Lambang Aceh, telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Jum'at (23/3) lalu. Berbagai aksi konvoi bendera berlambangkan bulan bintang dan pengibarannya pun makin meluas di beberapa wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Amatan pewarta BeritaHUKUM.com, dalam beberapa terakhir ini pengibaran bulan bintang di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mencapai 60 persen. Masyarakat sangat antusias mengibarkan Bulan Bintang sebagaimana bendera tersebut sudah sekian lamanya dinanti bisa berkibar di Aceh.

Tak hanya itu, pada Kamis siang (28/3) sekitar pukul 12:00 WIB terlihat sejumlah masyarakat di Desa Keude Klep Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara melaksanakan upacara pengibaran bendera Bulan Bintang selayaknya seperti upacara bendera Merah Putih. Namun bedanya sebelum upacara resmi dibuka, terlebih dahulu seorang dari Pasukan Pengibar Bendera mengumandangkan Adzan.

Kumandang Adzan pun selesai, lalu dilanjutkan dengan prosesi Peusijeuk (tepung tawar) terhadap pasukan pengibar dan tiang bendera. Setelah dipeusijuk dilaksanakan, lalu pasukan pegibar bendera yang berjumlah tiga orang langsung mengikat bendera Bulan Bintang pada tali tiang.

Adzan pun kembali dikumandangkan oleh salah seorang pasukan Paskibra Bintang Bulan, dan secara perlahan-lahan bendera dinaikkan, dan terlihat ratusan masyarakat khidmat ketika mengikuti upacara tersebut.

Pengibaran bendera yang diiringi Adzan pun selesai, selanjutnya sejumlah masyarakat yang mengikuti prosesi upacara bertakbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]