Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Aceh
Massa Bakar Warga Denpasar, Keluarga Korban Minta Polres Langsa Jangan Tutup Mata
Saturday 28 Sep 2013 15:25:15

Korban Salah Amuk Massa Hedra Cahyadi (31Th) Warga Denpasar, didampingi Orang tuanya Asman Buyung (61) dan Ibunya Sagung Ngurah Ariani (59) warga Aceh Timur, saat di rawat di kamar No 4, ruang kecelakaan RSUD Langsa.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Hendra Cahyadi (31Th) Warga Jalan Patuha I, No 16, DPS, Desa Tegal Harum, kecamatan Denpasar Barat Provinsi Denpasar, jadi bulan-bulanan massa / masyarakat kampung Sapta Marga kecamatan Manyak Payet, kabupaten Aceh Tamiang, yang saat ini sedang menjalani perawatan di kamar No 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

Hendra Cahyadi saat di temui di RSUD Langsa, Sabtu (28/9), pada awak media ini mengatakan, pada malam kejadian, sabtu malam minggu (23/9) saat jalan-jalan, sepeda motor yang di tunggangi habis minyak, "tiba tiba keluar sekelompok massa menuduhnya Saya maling, walau sudah menjelaskan Saya bukan maling, masa terus memukuli saya," ujar Hedra Cahyadi.

Bukan hanya itu warga lansung mengambil minyak bensin dalam botol AQUA, lansung meminumkan, dan sisanya di siramkan ke badan Saya, kemudian lansung di bakar," padahal sebelumnya Saya sudah menjelaskan Saya bukan Maling, Saya ada Keluarga di sini kalau tidak percaya tolong antarkan Saya kerumah orang tua Saya," ujar hendra Cahyadi, menirukan ucapannya pada warga, pada saat kejadian.

Hedra Cahyadi dengan di temani keluarganya, Asman Buyung (bapak), Sagung Ngurah Ariani (Ibu), dan abg kandung Korban Ary Satria (33Th), tidak menyangka akan terjadi nasib seperti ini pada dirinya, Hendra Cahyadi, yang bekerja sebagai tenaga Kerja Indonesia (TKI), di Abu Dhabi (Arab Saudi), selama ini tinggal besama Neneknya di Denpasar.

Orang tuanya Asman Buyung (61Th) dan Sagung Ngurah Ariani Binti Igusti Ngurah Made tinggal Aceh, di dusun Suka Makmue, Desa Alue Canang kecamatan birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur, memiliki dua orang putra, yang tertua Ary Satria (33Th), dan Hendra Cahyadi (31Th), "Hedra Cahyadi sebelum bertolak kembali ke Abu Dhabi, sebulan yang lalu datang ke Aceh ingin menemui orang tuanya, namun nasib malang menimpanya.

Hal tersebut telah di laporkan orang tua Korban ke kantor Polisi sektor Manyak Payet, dengan bulti laporan No: TBL / 41 / IX / 2013 / Aceh / Res Langsa / Sek - M.Payet, pada hari Minggu tanggal 25 September 2013 pukul 01:00 Wib, di lanjutkan dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP), dengan No SP2HP / 140 / IX / 2013 pada tanggal (27/9) yang di tanda tangani kepala Kepolisian Sektor Manyak Payet Iptu.Suparwanto.

Menurut keluarga Korban, pihak Polisi terindikasi ingin membenam kasus yang di alami anak Saya, "Polisi yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, seharusnya mencari yang salah, bukan anak Saya yang di salahkan," ujar Ibu Korban, Sagung Ngurah Ariani.

Sementara Kapolres Langsa AKBP.Hariadi SH, S.Ik, melalui Kapolsek Manyak Payet, kabupaten Aceh Tamiang yang masuk dalam Wilayah hukum Polres Langsa, Iptu.Suparwanto, saat di konfirmasi Sabtu (28/9) melalui Hendphone, membenarkan pada Minggu (23/9) sekitar pukul 03:00 Wib, massa (warga masyarakat) kampung Sapta Marga kecamatan Manyak Payet Kabupaten Aceh Tamiang.

"Menyerahkan, satu orang atas nama Hendra Cahyadi (31Th), warga jalan.GN Patuha I No 16 DPS desa Tegal Harum kecamatan Denpasar Barat, Provinsi Denpasar (Dsn.Suka Makmue Desa Alue Canang kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur), dalam kondisi luka bakar pada bagian lengan kanan, telapak tangan, bagian punggung, kaki sebelah kiri, dan luka lembam pada mata bagian kiri," ujar Iptu Suparwanto.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]