Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Manajer Rugbi Samoa Didenda 100 Ekor Babi
Tuesday 22 Nov 2011 22:30:46

Ilustrasi (Foto: Zimbio)
APIA (BeritaHUKUM.com) – Manajer tim rugbi Samoa, Mathew Vaea, diganjar denda simbolis 100 babi betina, karena dinilai berperilaku tidak layak di Piala Dunia belum lama ini di Selandia Baru. Para kepala adat di Desa Leauva, Samoa, memerintahkan pembayaran denda itu karena Vaea menodai gelar "tuala" atau kepala yang diberikan kepadanya.

Tim nasional rugbi Samoa gagal masuk babak perempat final Piala Dunia dan kegagalan ini dianggap sebagai hal yang memalukan. "Gelar tuala mendapat publisitas buruk di media karena tuala Mathew gagal menjalankan tugasnya sebagai manajer Samoa," kata Kepala Desa Vaifale Iose kepada harian Observer, Samoa.

Namun, seperti dilansir BBC, SElasa (22/11), ia mengatakan dar ipada menyerahkan 100 babi untuk desa, Vaea bisa memberi uang tunai sebesar 2.000 tala (840 dolar AS) atau setara dengan harga babi. Vaea juga telah meminta maaf secara resmi kepada para kepala adat desa.

Kapten tim Samoa Mahonri Schwalger bulan lalu, memberikan penilaian buruk kepada manajer Vaea dalam laporan kepada Perdana Menteri Tuilaepa Saiilele Mailelegaoi. Schwalger mengatakan, Vaea sering menghilang pada saat turnamen berlangsung. Ia menuduh manajer sering keluar minum dan menganggap turnamen Piala Dunia sebagai liburan.

Perdana Menteri Tuilaepa, yang juga ketua Persatuan Rugbi Nasional Samoa (SRU), memerintahkan audit dana Piala Dunia setelah mendapatkan laporan itu. Audit itu direncanakan akan diumumkan hasilnya bulan depan.

Setelah Piala Dunia berakhir SRU menerbitkan iklan untuk manajer baru serta dua asisten. SRU tidak menyebutkan apakah Vaea dan pejabat rubgi lain masih akan tetap bertahan pada jabatan mereka sampai manajer baru direkrut.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]