Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Aceh
Malcolm Primrose Diculik, Mantan Petinggi GAM Inipun Berbicara
Wednesday 12 Jun 2013 18:20:52

Mantan Juru Bicara GAM, Tgk Sufaini Syekhy.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Lembaga Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF) mengomentari insiden penculikan yang dilakukan oleh komplotan Orang Tak Dikenal (OTK) bersenjata api terhadap salah seorang karyawan Company-Man PT. Medco E&P Malaka bernama Malcolm Pimrose (60) yang merupakan warga Negara Inggris.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban melakukan aktivitasnya di Dusun Simpang Palang Desa Lubuk Pimping Kecamatan Peureulak Kota Aceh Timur, pada Selasa (11/6). Dan hingga berita ini diturunkan aparat Polres Aceh Timur masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, bahkan Tim Khusus Mabes Polri juga diturunkan untuk membantu pencarian warga asing tersebut.

Menanggapi hal itu, pewarta BeritaHUKUM.com, melakukan wawancara melalui telepon dengan Mantan Juru Bicara GAM, Tgk Sufaini Syekhy, yang kini sudah membentuk sebuah organisasi ASNLF, Rabu (12/6).

Bagaimana sikap anda terkait kasus penculikan oleh OTK terhadap pekerja asing di PT Medco Aceh Timur?

Kami sangat mengecam keras kepada OTK yang melakukan penculikan di Aceh, termasuk penculikan pekerja asing yang terjadi kemaren. Ini indikasi Aceh di bawah pimpinan Zikir (Zaini-Muzakir gubernur Aceh sekarang,red) tidak dapat menjaga Aceh dengan kondusif

Tapi Aceh kan sudah damai dan aman, nah aman seperti apa yang dimaksud?

Aceh belum aman seratus persen, dan ini jelas akibat ketidakmampuan pemerintahan Zikir memimpin dan mempersatukan rakyat Aceh. Akibatnya, pihak-pihak yang telah dikecewakan olehnya, maka akan dengan sangat mudah dimanfaatkan untuk menebar kekacauan di Aceh.

Ini sangat berbahaya sekali!.

Lantas, mengapa anda kaitkan kasus ini dengan Pemerintahan Zikir?

Semua elemen Aceh tentunya memang kecewa pada Zikir, yang selalu menunjukkan sikap arogansi, oteriter, serta tidak menghargai pihak-pihak lain. Dan jelas kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak lain yang bisa di golongkan kriminal.

Dengan adanya kejadian ini, langkah kongkrit apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Aceh?

Justru itu, kita mendesak pihak kepolisian untuk segera mungkin menangkap OTK yang bermain di Aceh, agar jelas siapa pelakunya dan apa motifnya. Kita juga terus mendesak Zikir untuk menghentikan sikap arogansinya, serta melakukan upaya-upaya mensejahterakan rakyat sebagaimana janji-janji politiknya pada Pemilukada beberapa tahun lalu. Karena rakyat Aceh hari ini semakin menderita, tidak ada lapangan kerja disiapkan oleh pemerintah. Dan hentikan semua pembodohan serta pembohongan terhadap rakyat.

Lantas, apa yang seharusnya paling diutamakan?

Yang paling mendesak adalah, lakukan upaya mempersatukan anak bangsa, siapkan lapangan kerja bagi masyarakat seluas-luasnya tentu dengan program-program pro rakyat. Jangan terus membohongi rakyat, seperti halnya memperjuangkan Qanun No.3/2013 tentang Bendera dan Lambang, Qanun Wali Nangroe (QWN). Aturan-aturan itu murni pembohongan dan menipu rakyat, dan dapat memperkeruh kondisi keamanan di Aceh dan bisa berpeluang konflik gaya baru di Aceh, yang akhirnya Aceh tidak kondusif,

Lalu?

Kami menghimbau kepada seluruh rakyat di Aceh tanpa terkecuali, semoga tetap tenang, dan jangan terprovokasi. Serahkan saja kepada pihak keamanan untuk menangkap pelakunya sampai jelas siapa pelakunya, dan apa motifnya.

Harapannya?

Kami berharap dan memohon kepada OTK untuk segera membebaskan pekerja asing yang diculik. Karena dapat mengganggu stabilitas keamanan di Aceh. Karena, dengan kejadian ini sudah mencoreng nama Aceh dan Indonesia di mata Internasional. Pemerintah Aceh harus segera berbenah dan lebih fokus untuk mempersatukan anak bangsa dan mensejahterakan rakyat serta meyakinkan kepada investor bahwa Aceh aman untuk berinvestasi.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]