Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Polisi
MK Janji Profesional Uji UU Kepolisian
Monday 19 Sep 2011 19:44:14

Ketua MK Mahfud MD (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Meski tidak puas dengan penyidikan yang dilakukan Bareskrim Polri atas kasus dugaan pemalsuan surat putusan Mahkamah Konstitusi (MK), tapi Mahfud MD berjanji akan bersikap profesional dalam menyidangkan gugatan uji materi (judicial review) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.

"Kami akan bersikap profesional dalm pengujian UU Kepolisian. Masalah (mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum/KPU) Andi Nurpati, biar yang urus kepolisian. MK tidak ikut campur. Kami hanya fokus melakukan pengujian UU (Kepolisian) itu saja,” kata Ketua MK Mahfud MD kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta, Senin (19/9).

Sebelumnya, tim kuasa hukum tersangka Zainal Arifin Hoesein, yakni Andi Asrun, Dorel Almir, dan Merlina mengajukan permohonan uji material UU Kepolisian. Mereka mempermasalahkan Pasal 8 dan 11 UU Nomor 2/2002 tentang Polri yang berada di bawah Presiden. Hal ini yang membuat lembaga penegak hukum itu tidak lepas dari intervensi penguasa dalam menangani sebuah kasus yang berbenturan dengan kepentingan penguasa.

Adapun pasal 8 dan 11 yang digugat oleh pemohon, menyebutkan Kepolisian Negara Republik Indonesia berada dibawah Presiden, sementara pasal 11 tentang pengangkatan dan pemberhentian Kapolri oleh Presiden.

Para penggugat menilai ketentuan itu bertentangan dengan UUD 1945, karena tidak ada satupun pasal dari UUD 1945 yang memberikan dasar hukum bahwa Kepolisian di bawah presiden langsung. Penempatan polisi dibawah presiden inkonstitusionl, sejarahnya tidak ada dari zaman Hindia Belanda sampai Orde Baru bahwa polisi di bawah presiden.

Menurutnya, Polri akan lebih baik kinerjanya bila dibawah Departemen Kemanan, karena Kinerja Polisi dilihat dari pola kerjanya. Polisi seharusnya di bawah Departemen Pertahanan. Ketentuan dalam UUD 1945 yang menyebut secara tegas mengenai Kepolisian termuat dalam pasal 30 ayat 4 bahwa Polri sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakan hukum.

Permohonan ini juga berkaitan dengan ketidakpuasan pihak Zainal Arifin Hoesein yang menangani kasus surat palsu MK tidak seperti yang diharapkannya. Hingga kini, Bareskrim hanya menetapkan dua tersangka, yakni Masyhuri Hasan dan Zainal sendiri. Polri belum mau menyeret oknum yang diduga sebagai aktor intelektual kasus ini. Padahal, indikasi keterlibatan mereka sangat jelas.(tnc/wmr)


 
Berita Terkait Polisi
 
Oknum Satreskrim Polres Bekasi Dituding Arogan kepada Seorang Warga Taman Beverly Lippo Cikarang Bekasi
 
Johan Budi Usul Polisi Nakal Jangan Dimutasi
 
Tayangan Patroli Polisi Mengundang Reaksi
 
Viral!! Sopir Truk Dipalak Bawang Sekarung, Oknum Polantas Bandara Soetta Ini Dimutasi
 
Tindak Tegas Oknum Polisi yang Mempermalukan Institusi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]