Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Ledakan Bom Warnai Pemilu Pakistan
Sunday 12 May 2013 10:14:25

Suasana setelah terjadi ledakan bom.(Foto: Ist)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Proses pemungutan suara pada pemilu nasional dan daerah di Pakistan, diwarnai ledakan bom di Karachi serta di dekat perbatasan Afghanistan yang menewaskan belasan orang tewas serta melukai puluhan orang lainya.

Sasaran ledakan bom di kota pelabuhan Karachi adalah kantor Partai Nasional Awami, ANP, salah satu dari tiga partai liberal berhaluan sekuler.

Sejak awal partai berhaluan sekuler ini menjadi target serangan kelompok militan Taliban selama pemilu berlangsung, kata perwira polisi Pakistan, Shabir Hussain, seperti dilaporkan kantor berita AP, Sabtu (11/5).

Akibat serangan ini, sedikitnya sembilan orang tewas dan 30 orang lainnya terluka.

Sementara, ledakan bom lainnya terjadi di kota Peshawar, di dekat tempat pemungutan suara, yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 10 lainnya, kata pejabat kepolisian setempat.

Ratusan tewas

Ledakan bom di hari pemungutan suara ini merupakan lanjutan aksi kekerasan yang terjadi saat masa kampanye, dengan lebih dari 130 orang tewas dalam aksi kekerasan bersenjata.

Beberapa kalangan menyebut, aksi kekerasan selama pemilu ini merupakan salah-satu kejadian berdarah dalam sejarah perjalanan Pakistan.

Meskipun diwarnai aksi kekerasan, banyak pengamat menilai pemilu Pakistan kali ini - yang merupakan pertama kalinya digelar oleh pemerintahan sipil - sebagai langkah penting untuk memperkuat pemerintahan sipil di sebuah negara yang mengalami tiga kali kudeta militer.

Sebelumnya, puluhan ribu tentara dikerahkan di tempat pemungutan suara, TPS, setelah kelompok Taliban Pakistan mengancam akan melakukan serangan bunuh diri.

Beberapa jam sebelum TPS dibuka, Pakistan juga telah menutup perbatasan dengan Iran dan Afghanistan dalam upaya untuk menjaga serangan kelompok militan.

Para pejabat mengatakan, perbatasan akan tetap ditutup sampai tiga hari berikutnya.

Kekerasan susulan

Hari Jumat, Taliban telah melontarkan ancaman agar para calon pemilih memboikot pemungutan suara untuk menghindari aksi serangan terhadap kantor-kantor partai politik.

Kelompok militan dituduh terhadap sejumlah aksi serangan bersenjata terhadap para politisi dari tiga partai liberal selama masa kampanye.

Akibatnya, mereka harus membatasi kampanye di hadapan pendukungnya.

Dalam pemilu sebelumnya, beredar tuduhan tentang adanya kecurangan berupa penambahan suara ilegal yang jumlahnya mencapai jutaan suara.

Namun, Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan pada Jumat kemarin lebih memprihatinkan aksi-aksi kekerasan belakangan yang menganggu proses pemilu yang adil.

Sebelumnya, putra mantan Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, Ali Haider Gilani, diculik orang-orang bersenjata ketika berkampanye pada Kamis (9/5).

Serangan bersenjata juga telah menewaskan 14 orang saat kampanye pemilu digelar di barat Pakistan.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pakistan
 
Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]