Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Mobil Mewah
Larangan Pengguna Premium untuk Mobil Mewah Nol!
Tuesday 03 Apr 2012 17:43:17

Mobil Mewah Sedang Isi BBM Premium (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Pemerintah hanya bisa menghimbau agar tidak menggunakan bensin premium bersubsidi bagi pemilik mobil mewah. Himbauan ini terkait belum adanya aturan hukum yang mengatur penggunaan premium bersubsidi, khususnya bagi mobil mewah.

"Kami tidak memiliki wewenang guna melarang pemilik mobil mewah menggunakan premium bersubsidi di SPBU Pertamina. Kami harapkan kawan-kawan wartawan yang menyampaikan pesan, bahwa premium subsidi itu hanya ideal digunakan bagi rakyat menengah ke bawah. Jika digunakan bagi mobil mewah, itu sudah mencederai asas keadilan meskipun belum ada larangannya," papar Wakil Presiden Korporasi PT. Pertamina, M.Harun, saat dikonfirmasi BeritaHUKUM.com, Selasa (1/4).

Sebelumnya, di Istana negara, Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyampaikan kepada sejumlah wartawan bahwa keinginan Pemerintah guna mengatur penggunaan BBM bersubsidi melalui kartu elektronik telah dikemukakan. Sayangnya rencana tersebut menguap tanpa eksekusi Pemerintah. Menurut Dahlan, aturan yang melarang pemilik mobil mewah menggunakan premium belum disampaikan dalam pertemuan pembahasan dengan kementrian terkait.

"Mobil mewah menggunakan premium ya tidak melanggar hukum, karena aturannya belum ada. Saya hanya menghimbau agar sebaiknya tidak menggunakan premium bagi pemilik mobil mewah,"paparnya.

Harga pasar bagi premiun bersubsidi adalah Rp 4.500 per liter. Harga itu memiliki selisih sekitar Rp 5.700 per liter dengan harga pertamax yang harganya saat ini Rp 10.200 per liter. (Bhc/boy)


 
Berita Terkait Mobil Mewah
 
Larangan Pengguna Premium untuk Mobil Mewah Nol!
 
Mobil Mewah Lengkapi Gaya Pesepakbola Dunia
 
Cina Akan Terapkan Larangan Birokrat Pakai Mobil Impor
 
Mobil Mewahnya Tidak Terawat, Malinda Dee Sedih
 
MA Nepal Perintahkan Tarik Mobil Mewah Mantan Pejabat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]