Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Kota Lhokseumawe Menempati Urutan Keempat Tertinggi Inflasi
Tuesday 04 Jun 2013 23:14:45

Kepala BPS Kota Lhokseumawe, Mukhlisuddin.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Berdasarkan pemantauan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe, harga di berbagai komoditas pada bulan Mei 2013 ini, angka inflasi yang terjadi di kota tersebut mencapai 0.88% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 139.02% pada bulan April 2013 menjadi 140.25% pada bulan Mei.

"Bulan ini mengalami inflasi mencapai 0.88%," kata Kepala BPS Kota Lhokseumawe Mukhlisuddin, saat ditemui pewarta BeritaHUKUM.com, di ruang kerjanya pada Selasa (4/6) sore.

Kata dia, pada bulan yang sama ditahun 2012 lalu, inflasi yang terjadi di kota Lhokseumawe sebesar 0.89 persen. Laju inflasi inipun sesuai dengan tahun kalender 2013 hingga bulai Mei yakni 5.04 persen. Sementara Inflasi Year On Year (Yoy) di kota Lhokseumawe pada bulan yang sama itu adalah 4.92 persen. Disebutkan, inflasi 0.88% yang terjadi disebabkan oleh perubahan indeks atau naiknya harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

Diantaranya, imbuh Mukhlisuddin, yang paling besar adalah kelompok bahan makanan yaitu sebesar 2.47 persen, diikuti oleh kelompok perumahan, Air, serta Listrik sebesar 0.43 persen. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0.28 persen.

"Sedangkan untuk kelompok kesehatan yaitu sebesar 0.08 persen, transportasi 0.02% serta kelompok makan jadi sebesar 0.01%. Namun untuk kelompok sandang masih mengalami penurunan indeks yaitu sebesar -0.89%," jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa pada bulan Mei 2013 Kota Lhokseumawe menempati urutan keempat tertinggi inflasi diantara 66 kota di Indonesia. Hal tersebut dihitung dari label Inflasi dan Deflasi di seluruh Indonesia.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]