Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kompolnas
Kompolnas Akan Mengusut Tindak Kekerasan Yang Terjadi Di UNPAM
Thursday 08 Nov 2012 23:31:34

Saat Aksi Mahasiswa Unpam dan Aparat Kepolisian, Usut Tuntas Kasus Kekerasan Terhadap Mahasiwa oleh Aparat di Universitas Pamulang (Foto : BeritaHUKUM.com/mzd)
TANGERANG, Berita HUKUM - Tim Pembela Mahasiswa Atas Kekerasan Aparat (TIPMAKA) mengadukan tindakan brutal dan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya yang terjadi pada tanggal 18 Oktober 2012 terhadap mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) ke Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS) RI.

Hal ini berawal dari aksi penolakan mahasiswa UNPAM terhadap Wakapolri Komjen Nanan Sukarno sebagai pembicara dalam seminar di UNPAM. Akibatnya dua orang mahasiswa harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan yang bernama Ferry Irawan yang diduga terkena tembakan oleh polisi dan satu orang mahasiswa yang bernama Jundi Fajrin mahasiswa elektro babak belur dan kepalanya bocor serta belasan mahasiswa yang mengalami pemukulan dan tendagan dari sejumlah anggota Brimob.

TIPMAKA menyesalkan tindakan Polda Metro Jaya melakukan penahanan terhadap sebelas orang mahasiswa dengan tuduhan tindak pidana pengeroyokan dan penghasutan. Dimana saat ini enam orang mahasiswa penahanannya ditangguhkan dan lima orang mahasiswa masih ditahan.

Padahal kesebelas mahasiswa tersebut merupakan korban kekerasan aparat Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya sehingga tindakan upaya paksa berupa penahanan dan penangkapan yang dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap para mahasiswa yang menyampaikan kebebasan berpendapat dan berekspresi dan TIPMAKA menilai penahanan yang dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya terhadap sebelas orang mahasiswa sebagai upaya untuk menutupi kekerasan dan arogansi yang dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya, serta hal ini merupkan diskriminasi dalam penegakan hukum, dimana sampai saat ini dari aparat Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya yang melakukan tindak kekerasan tidak ada yang diproses secara hukum.

Pengaduan Tim Pembela Mahasasiswa Atas Kekerasan Aparat (TIPMAKA) beserta para mahasiswa dan orang tua diterima langsung Sekretaris dan komisioner Kompolnas RI atas nama Drs. Logan Siagian, M.H, Edi Saputra Hasibuan, Hamidah Abdurahman, dan Dr. M. Nasser.

Atas pengaduan dari TIPMAKA ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh Kompolnas diantaranya; pertama akan membentuk tim untuk mengusut tindak kekerasan yang terjadi di UNPAM, sehingga tidak ada diskriminasi dalam penegakan hukum seperti yang terjadi dalam bentrok di UNPAM, bila terdapat fakta bahwa aparat kepolisian melakukan tindak kekerasan terhadap mahasiswa maka aparat kepolisian juga harus diproses secara hukum dan jangan hanya dari mahasiswa; kedua Kompolnas akan berkordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya supaya para lima orang mahasiswa unpam yang masih ditahan dapat ditangguhkan penahananya karena para mahasiswa tersebut akan mengikuti ujian tengah semester; ketiga Kompolnas akan melakukan pengawasan terhadap proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh penyidik dari Polda Metro Jaya terhadap sebelas orang mahasiswa Universitas Pamulang untuk diproses menurut ketentuan hukum seadil-adilnya; keempat meminta Kapolri untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh anggota Polri atas terjadinya bentrok antara aparat Polri dengan masyarakat sipil, mahasiswa dan buruh ketika menyampaikan pendapatnya dimuka umum yang dijamin dalam Pasal 28 E UUD 1945 sehingga kedepannya bentrok dapat dihindari. (bhc/rat)



 
Berita Terkait Kompolnas
 
Kompolnas Berharap Proses Seleksi PAG di Polda Metro Kedepankan Prinsip BETAH
 
Kompolnas Puji Kesigapan Bidpropam Polda Metro Periksa Oknum Polisi yang Cekcok dengan Paspampres
 
Kompolnas: Polri Luar Biasa Sigap Bantu Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19
 
Kompolnas Sambut Baik Biro Paminal Divpropam Polri Adakan Patroli Siber
 
Kompolnas ke Bidpropam Polda Metro: Bagus, Jika Layanan Pengaduan Dapat Pujian dari Pelapor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]