Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Haji
Komisi VIII Minta Kemenkes Ikut Tentukan Katering Jamaah Haji
Saturday 16 Feb 2013 09:10:03

Anggota Komisi VIII, Sayed Fuad Zakaria.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Kesehatan untuk ikut memberikan masukan atau rekomendasi kepada Kementerian Agama terkait perusahaan katering yang memenuhi standar gizi bagi calon jamaah haji di musim haji mendatang.

Demikian salah satu kesimpulan rapat Panja BPIH Komisi VIII DPR RI dengan Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, Slamet Riyadi Yuwono dan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Yoga Aditama di Gedung DPR, Jum'at (15/2) sore.

Dalam acara dipimpin anggota Komisi VIII Sayed Fuad Zakaria, terungkap bahwa dalam pelayanan Haji 2012 lalu Kementerian kesehatan menemukan beberapa masalah terkait dengan pelayanan kesehatan kebutuhan gizi yang disediakan oleh perusahan catering yang ditunjuk oleh kementrian agama. Diantaranya adalah nilai kecukupan gizi pada makanan yang disediakan untuk jamaah haji tidak sesuai dengan kebutuhan rata-rata satu hari.

Selain itu makanan yang disediakan juga kurang beragam. Jumlah dan jenis diet serta spesifikasi makanan yang dipesan seringkali tidak sesuai dengan yang disiapkan oleh katering. Waktu pengiriman dan jenis makanan juga sering tidak sesuai. Bahkan penyaji makanan seringkali tidak memenuhi syarat hygiene dan sanitasi, seperti penggunaan masker, penutup kepala, penempatan makanan dan bahan.

Karena itu Panja BPIH Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Kesehatan untuk ikut memberikan masukan atau merekomendasikan pada kementerian agama terhadap perusahaan katering yang memenuhi standar kebutuhan gizi bagi para calon jamaah haji. Terutama bagi jamaah haji yang memiliki kebutuhan khusus seperti diet terkait dengan penyakit yang dideritanya sebelum berangkat haji.

Sayed Fuad Zakaria menyatakan, permintaan Panja tentang keterlibatan Kementerian Kesehatan merekomendasikan katering haji tidak akan tumpang tindih tugas dan kewajiban antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Pasalnya, kata Sayed, Kementerian Kesehatan hanya memberikan masukan atau rekomendasi perusahan katering yang telah sesuai dengan standar pemenuhan gizi dan kesehatan. “Dengan kata lain Kementerian Kesehatan akan ikut menilai dan menseleksi. Sementara nama-nama perusahaan katering bisa berasal dari usulan Kementerian Agama,” papar Sayed.

Ditambahkan, politisi dari Fraksi Partai Golongan Karya ini, dirinya yakin akan adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terkait dengan permasalahan katering. Dimana semua tersebut dilakukan demi kepentingan jamaah haji.

Menanggapi usulan Panja BPIH Komisi VIII ini Dirjen P2PL Yoga Aditama dan Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Slamet Riyadi menyatakan siap membantu dan bekerja sama mengatur katering haji yang memenuhi standar kebutuhan gizi dan higienitas.(ayu/dpr/bhc/opn)


 
Berita Terkait Haji
 
Kasus Kuota Haji IKA PMII UI Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
 
DPR dan Pemerintah Sepakat BPIH 2025 Sebesar Rp 89,4 Juta, Turun Dibandingkan 2024
 
Abdul Wachid: Pansus Haji untuk Perbaikan, Bukan Politisasi
 
Biaya Haji 2024 Resmi Ditetapkan Rp56 Juta per Jemaah
 
Kesiapan Asrama Haji Banten untuk Jadi Embarkasi 2024 Perlu Dukungan Banyak Pihak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]