Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jakarta
Kolong Flyover Berubah Jadi Hunian Pemulung dan Pengemis
Wednesday 24 Aug 2011 23:37:00

Kolong flyover yang berubah fungsi (Foto: Istimewa)
JAKARTA-Kondisi kolong flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, khususnya di sisi barat terminal, saat ini tampak memprihatinkan. Pasalnya, pagar pembatas yang mengelilingi kolong flyover setinggi 1,5 meter sepanjang 50 meter, terlihat sudah tidak terpasang lagi di tempatnya alias raib.

Diduga kuat, pagar itu dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Alhasil, kawasan tersebut tampak kembali dipenuhi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), hingga membuat kesan semrawut dan kumuh. Parahnya lagi, hingga kini belum ada tindakan yang dilakukan instansi terkait untuk mengatasi masalah tersebut.

Menurut Rahmat (50), warga setempat, hilangnya pagar pembatas yang mengelilingi kolong flyover sudah terjadi sejak sekitar enam bulan lalu. Namun, hingga kini tidak ada upaya dari pihak terkait untuk kembali memasang pagar yang raib tersebut, sehingga mulai dipadati pemulung yang menjadikannya sebagai tempat untuk bermalam.

"Sekarang PMKS banyak yang tinggal di kolong flyover tersebut. Ini sangat meresahkan warga sekitar serta pengguna jalan. Jika tidak segera ditertibkan, mereka akan bertambah banyak. Sebaiknya, pemerintah setempat segera melakukan penertiban dan memasang kembali pagar tersebut,” tapi tidak pernah dilakukan penertiban," ujar Rahmat, Rabu (24/8).

Menanggapi hal ini, Wali Kota Jakarta Timur, Murdhani sangat geram dengan banyaknya PMKS yang menghuni kolong FO Kampung Melayu tersebut. Ia pun berjanji akan menertibkan seluruh PMKS yang menempati kolong FO Kampung Melayu dan kembali memasang pagar pembatas yang raib. “Itu fasilitas umum yang harus steril dari PMKS. Kami akan menertibkan mereka kembali. Keberadaan mereka melanggar Perda No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum,” kata Murdhani.

Dirinya juga khawatir, jika tidak segera ditertibkan, akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di kolong Jembatan Lima, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sedangkan Kepala Satpol Jakarta Timur, Sarpu mengatakan, paska Lebaran pihaknya segera menertibakan para PMKS yang menempati kolong FO Kampungmelayu. Sebanyak 100-an personil akan dikerahkan untuk menertibakan para PMKS serta pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut. "Tentunya penertiban akan dilakukan paska lebaran nanti. Mereka tidak boleh dibiarkan menempati kolong FO Kampungmelayu karena akan mengganggu ketertiban umum," paparnya.(bjc/irw)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]