Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
OTT KPK Terkait Kasus Tanah
Ketua DPRD Bogor Diamankan KPK Terkait OTT Kasus Izin Lahan
Wednesday 17 Apr 2013 12:48:20

Iyus Djuher, Ketua DPRD Kab. Bogor diamankan KPK hasil OTT Bogor.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPRD Kab. Bogor, Iyus Djuher diamankan Komisi Pemberantasan Komisi Pemberantasan (KPK), Rabu (17/4). Iyus Djuher tiba di gedung KPK sekitar pukul 10:15 WIB. Iyus diamankan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rest Area Sentul, Jawa Barat, Selasa (16/4) kemarin.

Selain Iyus, KPK juga menjemput orang yang diduga asistennya karena terlibat dalam kasus dugaan suap pengurusan izin lahan di Tanjung Sari, Jawa Barat. Menurut informasi yang beredar, dua orang itu ialah pejabat legislatif Kabupaten Bogor. "Iya benar, itu DPRD Bogor," kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK.

Johan membenarkan bahwa salah satu dari dua orang yang diamankan itu adalah Iyus Djuher Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat Iyus Djuher. Kader Demokrat itu tiba sekitar pukul 10:15 WIB dengan mengenakan baju batik coklat dengan pengawalan ketat para Jaksa KPK.

Iyus tidak memberikan komenter apapun terkait kasus yang menyeretnya itu. Tak lama kemudian, orang kedua, Aris Munandar yang merupakan asisten Iyus tiba di kantor KPK mengenakan baju kemeja biru sekitar pukul 10:35 WIB.

Johan Budi menambahkan, dua orang itu diamankan memang terkait lanjutan OTT di yang digelar Selasa kemarin. Hanya saja Johan belum bisa memberikan informasi mengenai identitas dua orang itu. "Benar, itu lanjutan OTT."

Kemarin, KPK juga mengamankan tujuh orang yang ditangkap di lokasi kejadian. Mereka adalah Sentot selaku Direktur Utama PT Gerindo Perkasa beserta sopir pribadi, Willy beserta sopir pribadinya, Nana selaku calo yang dekat dengan Sentot, Usep selaku Pewagai Negeri yang menjadi staf di Pemerintah Kabupaten Bogor, yang merangkap menjadi perantara, dan Imam dari pihak swasta.(bhc/din)


 
Berita Terkait OTT KPK Terkait Kasus Tanah
 
KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Lahan Kuburan Bogor
 
Kasus Suap Izin Lahan Pemakaman, KPK Tetapkan SRS Tersangka
 
Kembangkan Kasus, KPK Akan Panggil Bupati Bogor Rachmat Yasin
 
KPK Terus Telusuri Keterlibatan Bupati Bogor
 
Johan Budi: Berkas 3 Tersangka Korupsi Makam Bogor P 21
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]