Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Kelompok Tidak Dikenal Serang Rumah Ibadah
Tuesday 03 Jan 2012 20:03:35

Sebuah rumah ibadah menjadi sasaran aksi kelompok tak bertanggung jawab (Foto: AFP Photo)
NEW YORK (BeritaHUKUM.com) – Sejumlah pejabat tinggi kota New York, Amerika Serikat (AS), mengutuk aksi serangan bom molotov ke sejumlah rumah ibadah yang salah satunya adalah sebuah masjid di kota itu.

Salah satu tempat yang menjadi sasaran aksi penyerangan itu adalah Yayasan Imam Al-Khoei yang terletak di kawasan Queens. Tempat itu mengalami kerusakan pada pintu bagian depannya namun tidak ada yang mengalami luka.

Menurut pengurus yayasan tersebut, Maan al-Sahlani, saat aksi penyerangan terjadi ada sekitar 80 orang jamaah yang berada di tempat tersebut. "Kami sangat terkejut. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata dia.

Seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (3/1), Juru bicara kepolisian kota itu mengatakan, sesaat sebelum aksi serangan terhadap Yayasan Al-Khoei sebuah kios di dekat kantor yayasan itu juga mengalami aksi serangan serupa dengan bom api yang bentuknya sama. Karyawan yang bekerja di kios tersebut juga muslim.

Polisi menambahkan, mereka tengah menyelidiki serangan ini yang diduga sebagai aksi kejahatan berlandas pada kebencian. Dua jam setelah aksi serangan di kios yang terletak di kawasan Queens tadi, pelaku penyerangan juga menyasar tempat yang biasa dijadikan tempat sembahyang umat Hindu. Namun bom molotov yang dilemparkan tidak meledak.

Petugas unit khusus kepolisian New York, saat ini tengah mencari juga keterkaitan antara aksi serangan di kota ini dengan kejadian serupa di luar kota New York. Namun, hingga kini belum didapatkn hasil yang memuaskan.

Dalam pernyataan sebelumnya, Walikota New York, Michael Bloomberg menyebut aksi pengeboman itu berlawanan dengan prinsip kota New York yang dibangun dengan kebersamaan. Pihaknya telag mengerahkan unit kejahatan khusus untuk menyelidiki secara tuntas kasus ini.

Sedangkan Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo juga berang atas insiden ini. Menurutnya, penyerangan seperti ini tidak punya tempat di lingkungan yang terbuka dan di tengah masyarakat yang inklusif. “Kami semua harus bisa menyakinkan bahwa New York adalah tempat yang aman dan toleran untuk semua," tandasnya.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]