Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Flame Turbine
Kasus Flame Turbine 23,9 Miliar, Mathias Bottger Dipanggil Penyidik
Wednesday 05 Jun 2013 16:51:15

Jaksa Agung Basrief Arief, didampingi para Jaksa Agung Muda.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini memanggil 1 orang saksi, yaitu Mathias Bottger yang merupakan Manager PT Siemens Indonesia.

"Ya, Mathias Bottger dipanggil penyidik sebagai saksi dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi Flame Turbin," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, kepada Wartawan di Gedung Kejagung, Rabu (5/6).

Sebelumnya pada perkara korupsi Flame Turbine di PLN Belawan, Sumatera Utara ini, penyidik kemarin memanggil 2 orang saksi yaitu Rahmat F selaku Bussines Operation Manager PT Siemens dan Jurgen Prengel, Manager PT.Siemens. Namun kemarin hingga pukul 15:30 WIB, ditunggu, mereka belum memenuhi panggilan penyidik, sehingga penyidik akan menjadwalkan ulang pemanggilan, dan seperti diketahui Kejagung tidak segan-segan melakukan jemput paksa.

"Penyidik tetap akan menjadwalkan kembali para saksi maupun tersangka yang dipanggil," kata Untung, dan menjelaskan bahwa pada kasus ini Kejagung telah menahan 5 tersangka pejabat PLN. Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula karena Flame Turbine untuk penerangan bagi hajat hidup orang banyak tersebut ternyata abal-abal, sehingga negara dirugikan sebesar Rp 23,9 miliar.

Adapun terkait penyitaan aset-aset para koruptor yang telah nyata terbukti melakukan tindak pidana korupsi, Jaksa Agung Basrief Arief pada pekan lalu mengatakan kepada para Wartawan. "Sabar," ujar Basrief.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Flame Turbine
 
5 TSK Korupsi Flame Turbin PLN Segera Disidangkan di Medan
 
Mengaku Diperas Jaksa, Bahalwan Coba Bunuh Diri
 
Nur Pamudji Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
 
Surya Dharma Ditahan Penyidik Kejagung
 
Kejagung Tahan Lagi 2 Tersangka, Kabur ke Mobil Tahanan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]