Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Penggusuran
KPK Ultimatum Penghuni Lahan KPK Untuk Segera Kosongkan Lahan, Atau Besok Digusur
Monday 08 Apr 2013 19:16:06

Sekjen KPK Said Basalamah (kiri), Kaur Umum KPK Daryoto (tengah), dan Juru Bicara KPK Johan Budi SP (2 dari kanan) di Gedung KPK, Senin (8/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Juru Bicara KPK, Johan Budi SP memberi penjelasan resmi bersama Sekjen KPK Said Basalamah dan Daryoto Kaur Umum KPK, berkaitan dengan pembangunan gedung baru KPK di Gedung KPK, Senin (8/4).

Sekjen KPK, Said Basalamah mengatakan hingga saat ini sudah dalam proses persiapan perencanan pembangunan gedung baru KPK dan merupakan projek multi yaers.

Lokasi gedung baru KPK di kelurahan Guntur jalan Gembira, Setia Budi Jakarta Selatan, besok Selasa (9/4) akan dilakukan pengusuran lahan oleh Satpol PP.

Dijelaskan bahwa, proses penggusuran sebelumnya sudah sejak tangal 14 Maret 2011, KPK telah memberikan surat permohonan pengosongan kepada kelurahan Guntur untuk mengosongkan lahan tersebut, dan pihak kelurahan sudah meneruskan surat pemberitahuan kepada penguni lahan.

Penguni lahan minta waktu pengosongan hingga 2011 dan setelah hari raya Idul Firtri, namun penghuni lahan mngingkari dan menolak mengosongkan lahannya.

Penguni lahan meminta waktu dengan alasan untuk sosialisasi, dan penghuni kembali menolak mengosongkan dan mengadukan masalah ini ke Komnas HAM.

Dan ketika terjadi pertemuan dengan Komnas HAM serta para penghuni, solusinya, 19 penghuni sudah sepakat untuk mendapatkan Rusunawa, hanya saja 13 KK yang setuju dan mengikuti program Rusunawa, serta selebihnya menolak.

Penghuni sempat meminta uang kerohiman, namun pimpinan KPK telah mengeluarkan uang pribadi untuk masing-masing KK dan memberikan bantuan.

Karena penghuni tidak menyepakati, maka KPK meminta dilakukan pengosongan, dengan bantuan Walikota Jakarta Selatan dan Satpol PP. Surat peringatan juga sudah dikirim pada tanggal 22 Maret dan 1 April.

Sementara itu Kaur Umum KPK, Daryoto mengatakan, "KPK menghimbau untuk 81 penghuni lahan milik KPK untuk segera melakukan pengosongan lahan tersebut," ujarnya.

Kami tidak mengaharapkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan kami sudah menghimbau meminta warga agar meniggalkan lahan, dan beberapa warga mengatakan setuju.

"Dan hingga detik-detik terakhir kami akan membayar uang kerohiman," katanya.

Sementara menanggapi ada 2 KK yang punya Hak milik atas tanah tersebut, dan hingga saat ini kami KPK masih terjadi negosiasi, tidak semua digusur, ada 2 KK yang memiliki Surat hak milik akan diberikan ganti untung.(bhc/put)


 
Berita Terkait Penggusuran
 
Pemkot Samarinda Diminta Pertimbangkan Kembali Pembongkaran Bantaran SKM, LAKI Kaltim Kawal Sampai Tuntas
 
Gusur Warga Bukit Duri, Pelanggaaran HAM Dilakukan Penguasa dan Penegak Hukum
 
Kapolda Metro Jaya Pantau Lokasi Penggusuran Bukit Duri
 
Fadli Zon: Rusun Rawa Bebek Tidak Manusiawi
 
Penggusuran Tanpa Solusi Sebabkan Kemiskinan Baru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]