Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Aceh
KPAID Aceh Kesal Dengan Gubernur Ingin Ketemu Di Jegal Algojo
Tuesday 24 Sep 2013 20:46:17

Ketua KPAID Aceh (Ayah Anak Aceh) Anwar, saat berbincang-bincang dengan Gubernur Aceh, Dr.Zaini Abdullah di sela sela pelantikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh. Selasa (24/9).(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Komisi perlindungan anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh, menyatakan Kekesalannya terhadap pemerintah, hal tersebut di sampaikan ketuanya, Anwar ( yang sering di sapa ayah Aneuk Acek) saat berbincang berbincang dengan gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah selasa (24/9), di sela sela pelantikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh.

Anwar menceritakan tentang kondisi anak Indonesia umumnya, dan Aceh khususnya, selama ini terkesan mengabaikan hak anak aceh dalam tumbuh kembangnya ditanah indatu ( nenek moyang - red)," Aneuk (anak) aceh sekarang sudah hancur, saya ingin bertemu dengan saudara (Gubernur-Red), tapi kami selalu di jegal oleh Algojo (bawahan) bapak untuk bertemu".

Hal tersebut di sampaikan, Anwar, dalam pembicaraannya di lantai dua, gedung serba guna kantor Gubernur Aceh, Anwar telihat begitu kesal, dengan apa yang terjadi terhadap anak anak di bumi Serambi Mekkah saat ini.

Anwar mengatakan pada Dr.Zaini, "apa pelu saya cabut pamplet (plang nama-Red) KPAID Aceh, saya lemparkan kedepan kantor DPRA," ucap Anwar, pada Dr.Zaini Abdullah.

Anwar, melanjutkan hampir dua tahun saya menjabat ketua KPID, "berbagai kasus anak telah kami selesaikan di Aceh, tetapi tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah Aceh," Ujar Anwar dengan nada kekesalan.

Sementara Gebernur Aceh Dr.Zaini Abdullah, didampingi Asisten 1 bidang pemerintahan, Dr.Iskandar A.Gani meminta waktu untuk membahas hal tersebut dalam waktu secepat mungkin.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]