Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
KPA/PA Minta Bendera Bintang Bulan Dikembalikan
Tuesday 06 Aug 2013 21:05:38

KPA/PA bersama Kapolres sedang berdialog di ruang Kapolres Aceh Utara.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Ratusan massa dari Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA), pada Selasa (6/8) siang mendatangi Mapolres Aceh Utara, guna mempertanyakan surat perintah terkait penurunan bendera Bintang Bulan yang dilakukan oleh aparat TNI/Polri beberapa hari ini di wilayah kabupaten setempat.

Dalam tuntutannya, mereka juga meminta tanggungjawab kepada Kepolisian untuk mengembalikan bendera-bendera yang mirip dengan simbol GAM yang telah dicabut itu dikembalikan.

"Sebagaimana pernyataan Gubernur, kami datang ke Mapolres untuk mempertanyakannya," demikian disampaikan Juru bicara KPA/PA Pasee, Nasrullah Dahlawy, kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Selasa (6/8).

Langkah hukum ini, tambahnya, merupakan reaksi daripada penurunan bendera yang telah diturunkan oleh aparat tanpa adanya koordinasi dengan KPA/PA ataupun Pemerintah setempat.

"Untuk itu, kami minta tanggungjawabnya," ucap Nasrullah.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sudjono SIK, dalam dialognya bersama perwakilan massa menyampaikan bahwa pihak Kepolisian memiliki surat perintah dari atasnnya untuk menurunkan bendera yang mirip dengan simbol gerakan separatis di Aceh itu.

Gatot menambahkan, pihaknya berjanji akan mengabulkan tuntutan massa KPA/PA untuk mengembalikan bendera hingga usai lebaran Idul Fitri nanti.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]