Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
Jusuf Kalla Mengaku Tidak Tau Pemanggilan KPK Terkait Kasus Bank Century
Thursday 21 Nov 2013 15:38:47

Mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat di gedung KPK.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, M Jusuf Kalla, sesuai janjinya datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jusuf Kalla di periksa sebagai Saksi dalam kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak Sistemik untuk tersangka Budi Mulia.

Ketua PMI ini hadir sekitar pukul 13.40 WIB. dengan mengenakan batik warna cokelat lengan panjang dan di antar mobil sedan Lexus hitam B 155 JKM. Meski begitu, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku tidak mengetahui kenapa KPK sampai memanggilnya dalam jadwal hari ini.

"Saya tidak tahu juga kenapa, jadi hari ini agendanya,
Saya gak tahu kenapa hari ini di undang, kita penuhi saja undangan" ujar JK Kamis (21/11) didepan Gedung KPK,

Ketika di tanya, apa yang ingin di jelaskan terkait Century?

" Tergantung pertanyaan penyidik," urai JK.

Apakah nantinya akan menjelaskan siapa yang paling bertanggung jawab dalam pemberian bail out?

"Ya tergantung pertanyaan penyidik, saksi kan apa yang di lihat apa yang dia tahu," ujar JK kembali.

Bapak rencana mau jelaskan apa?

"Nanti apa yang ditanya," jawab JK.

Kalau menurut bapak apa yang bapak tahu tentang bail out ini?

"Pertama, saya tidak tahu juga kenapa KPK mengundang hari ini, karena hari ini ulang tahun ke lima tentang skandal century, persis keputusan itu 21 november 2008," ujar JK kemblai.

Bailout itu, BII atau KSSK?

Nanti kita lihat, yang harus ambil kesimpulan bukan saya, yang harus ambil kesimpulan KPK dan pengadilan, Saat itu bpk tidak mengetahui penggeontoran Rp 6,7 T?

"Enggak tahu," jawab JK.

Setelah diperiksa bapak siap ditanya lagi?

"Nanti ya...,"ujar JK sambil masuk ke Gedung KPK.(*/bhc)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]