Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres 2014
Joko Widodo Capres Paling Layak Maju 2014
Wednesday 03 Jul 2013 20:58:00

Ilustrasi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia saat ini butuh pigur-pigur Seperti Jokowi yang bisa masuk sebagai kandidat dalam Pilpres 2014 mendatang, hal ini disampaikan oleh pengamat politik dari Pol-Tracking Institute Hanta Yuda, di Galery Cafe Jakarta Pusat, Rabu (3/7).

Menurutnya perlu adanya tambah menu dalam hajatan Pilpres 2014 mendatang. Capres yang bisa naik ring untuk maju pada Pilpres 2014 ada 3 kategori, yaitu kelompok pengendali Partai Politik. Siapa yang paling mungkin maju sebagai Capres, karena mereka mempunyai kendaraan Parpol pertama, Aburizal Bakrie (ARB), (Golkar) bisa maju, lalu Megawati,(PDI-P), Hatta Rajasa,(PAN) sangat bisa sekali, Surya Darma Ali dari (PPP), bisa saja maju, selanjutnya ada nama Muhaimin dari (PKB) bisa saja, dan Prabowo, bisa Running di 2014.

Sementara untuk Partai Demokrat, Hanta Yuda belum bisa dipastikan siapa yang berhasil maju dari konvensi, sedangkan untuk Yusril Ihza Mahendra, (PBB) serta Sutiyoso, (PKPI) menurut Hanta masih ada kemungkinan maju sebagai kandidat Capres.

Hanta Yudha juga mengungkapkan bahwa akan ada Capres dari Pemilik Kapital, (Pemodal Besar) bisa partai politik bisa, akan muncul nama-nama seperti Hary Tanoesudibyo, dan Chairul Tanjung, menurut Hanta mereka berdua berpeluang bisa maju sebagai Capres, karena mereka memiliki modal cukup kuat.

"Untuk Capres yang bukan dari kalangan kelompok pengendali Parpol dan pemodal kapital, hanya ada satu nama yang sangat layak maju sebagai Capres 2014 yaitu Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta," ujar Hanta Yuda.

Bahkan Hanta Yudha berani menjamin bahwa saat ini, Hatta Rajasa, Abu Rizal Bakrei, Prabowo Subianto telah membentuk tim khusus untuk melakukan loby kepada Joko Widodo untuk menjadi pasangan mereka pada Pemilu 2014 mendatang.

Sedangkan mantan Ketua (MK) Mahfud MD, menurut Hanta Yuda, Mahfud tidak akan mampu maju sebagai Capres 2014, bahkan Anis Baswedan, juga tidak akan bisa maju, jika popularitas mereka tidak tinggi maka partai tidak akan ada yang mau melirik mereka.

Pak Yusril Izha Mahendra dan Sutioso lebih memiliki peluang untuk maju sebagai Cawapres, bila partainya memiliki suara yang baik pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

Sedangkan untuk Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Hanta Yuda tidak memasukanya dalam ketiga kategori di atas, mungkin peluang Surya Paloh menurut pengamat politik ini sangat tipis.(bhc/put)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]