Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres 2014
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
Thursday 04 Jul 2013 15:40:10

Suasana Silaturahmi Nasional dan Dialog Publik, Kamis (4/7) di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panggung perpolitikan merupakan panggung paling mempesona untuk dinikmati. Jelang Pilpres 2014 nanti skenario perpolitikan itu sudah mulai diramu guna memantik simpati rakyat. Berbagai momen penting perjalanan pemerintahan nasional menjadi media paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan politis dari masing-masing partai yang akan melaju sebagai kompetitor pemilu nanti.

"Walau waktu pemilu masih cukup lama, namun aroma rivalitas antar partai politik itu makin terasa menyengat. Sepertinya masing-masing partai tidak mau kalah start dalam menyongsong even paling spektakuler itu," kata Idham Hasibuan dari Aliansi Mahasiswa Sehati Nusantara, Kamis (4/7), dalam acara Silaturahmi dan Dialog Publik, "Partisipasi Publik dalam Mensukseskan Pemilu 2014; Upaya Menciptakan Pemilu yang Adil dan Jujur untuk Kemajuan Bangsa, di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta

Menurut Idham, saat ini sebagian partai besar sudah menunjuk beberapa kadernya yang dianggap layak untuk maju sebagai kandidat capres pada pilpres 2014 nanti. Berbagai macam kemungkinan pun mulai dihitung-hitung, sembari terus mencari resep paling mujarab untuk mengantongi suara rakyat. Mungkin demikianlah gambaran umum kondisi parpol saat ini dalam kancah agenda perpolitikan nasional.

Bila diamati secara umum agenda panggung perpolitikan di atas tentu merupakan kondisi yang terbilang wajar. Namun demikian, tidak sedikit partai-partai tertentu sering kali melakukan skenario politiknya dengan mengorbankan nilai-nilai kewajaran (etis dan moralitas), sehingga tidak jarang ditemukan agenda-agenda pemerintah, kemudian diselipkan di dalamnya pesan-pesan politis oleh partai yang bersangkutan. Bantuan-bantuan kesejahteraan yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin kerap menjadi media jitu pemantik simpati hati rakyat.

Sementara Robitul Umam (Aktivis UIN) mengatakan bahwa peran serta mahasiswa tetap dibutuhkan demi suksesnya Pemilu. "Sebagai mahasiswa kita harus berpartisipasi aktif dalam pemilu ini, golput tidak akan menghasilkan apa-apa," ujar Robitul.

Di tempat yang sama, Bambang Basuki, dari Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan memang perlu diwaspadai adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda. "Ini harus diawasi juga oleh kalangan muda, sebab kartu tanda penduduk yang lebih dari 1 sering disalah gunakan," jelas Bambang.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]